logo

Sandiaga Uno Siap Adu Rekam Jejak dengan Jokowi

Sandiaga Uno Siap Adu Rekam Jejak dengan Jokowi

DEMOKRASI - Calon Wakil Presiden Sandiaga Salahuddin Uno mengaku sepakat dengan pernyataan kubu pesaing, yaitu kandidat petahana Presiden Joko Widodo agar mengakhiri politik kebohongan. Menurut Sandiaga, jangan diartikan pernyataan Jokowi itu untuk menyindir salah satu kubu, karena bisa saja pernyataan Jokowi itu ditujukan untuk semua kontestan Pemilu 2019.

"Betul, jangan pakai politik kebohongan, kita fokus pada fakta. Prabowo-Sandi fokus pada fakta. Kita non incumbent, jadi fokus menebar harus meyakinkan masyarakat berdasarkan track record yang saya miliki," kata Sandiaga di Kawasan Bulungan, Jakarta Selatan, Selasa 23 Oktober 2018.

Sandiaga juga mengatakan, apa yang disampaikannya selama ini merupakan fakta, seperti saat menjabat Wakil Gubernur DKI selama 10 bulan. Ia mengklaim telah berhasil membuat pengangguran di Ibu Kota turun 20 ribu jiwa. Mantan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia itu juga melanjutkan, kemampuan menurunkan angka kemiskinan terbanyak selama 10 bulan saat memimpin Jakarta juga merupakan fakta.

Sandiaga pun menyerahkan masyarakat menilai bagaimana kinerja Presiden Jokowi. Apakah Presiden Jokowi telah mampu merealisasikan janjinya atau belum?.

"Biarkan masyarakat yang menentukan, menilai, Pak Jokowi dengan janjinya yang lalu tolong dikroscek aja seperti apa. Caleg mereka juga dulu terpilih setelah terpilih apa kegiatannya di parlemen. Partai juga begitu. Partai yang janji, tapi belum bisa tercapai, ya harus dikroscek dan bisa dibedakan mana yang kebohongan, mana yang gak mampu," ujarnya.

Menurut Sandiaga, dalam 4 tahun terakhir keadaan ekonomi Indonesia semakin sulit. Maka dari itu, menurutnya Indonesia memerlukan perubahan kepemimpinan.

Dia menyadari bersama Prabowo belum pernah memimpin Indonesia. Namun mantan pengusaha yang kini berusia 49 tahun ini mengungkapkan pernah menjadi Wagub Jakarta dan kepemimpinannya itu sudah membuahkan hasil.

"Silakan kasih lihat ke masyarakat, apakah ini menunjukkan calon yang akan kita pilih atau cari yang lain, yang empat tahun sudah seperti ini. Kalau mau diteruskan, ya silakan. Kalau mau diperbaiki ya pilih Prabowo-Sandi," ujarnya.

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...