logo

Soal pernyataan Fadli Zon, kuasa hukum Ratna bilang 'nanti semuanya akan terbongkar'

Soal pernyataan Fadli Zon, kuasa hukum Ratna bilang 'nanti semuanya akan terbongkar'

DEMOKRASI - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, menceritakan awal mula tersebarnya cerita bohong penganiayaan aktivis Ratna Sarumpaet. Menurutnya, hal itu bermula dari foto yang dikirim Ratna padanya.

Menanggapi pernyataan Fadli Zon, kuasa hukum Ratna Sarumpaet, Insank Nasruddin, memilih tak banyak bicara. Namun dia pastikan pada saatnya semua akan terbongkar, apalagi barang-barang Ratna sudah disita oleh pihak Kepolisian.

"Kita tunggulah. Nanti semuanya akan terbongkar. Karena handphone, semua kan sudah dilakukan penyitaan," ucap Insank di Polda Metro, Jakarta, Jumat (5/10).

Dia menegaskan, hingga kini Ratna Sarumpaet masih belum diperiksa. Nantinya, jika sudah dilakukan BAP, maka semuanya akan terbuka.

"Artinya sudah dilaksanakan pemeriksaan atau BAP, kan lebih terbuka semuanya," tutur Insank.

Dia mempersilakan Fadli Zon menceritakan kejadian itu versinya. Tapi, dia yakin pada saatnya semua akan jelas.

"Silakan saja Fadli Zon kalau mau menyampaikan itu karena mendapat foto atau apa. Atau disampaikan secara langsung, kita tunggu saja," ungkap Insank.

Saat ditegaskan kembali perihal foto tersebut, dia hanya mengatakan.

"Yang pasti yang disampaikan ini hanya konsumsi dari pihak keluarga. Terkait masalah foto itu, apakah foto itu dikirimkan ke Fadli Zon, kami juga sebagai tim kuasa hukum belum mengetahui itu," jelas dia.

Sebelumnya, Fadli Zon bercerita awal mula beredarnya hoaks Ratna Sarumpaet. Menurutnya, berawal dari Ratna yang mengirim foto wajahnya yang terlihat babak belur pada 21 September 2018.

"Dia mengirim foto ke saya, ke ajudan Prabowo, Said Iqbal, ditulis off the record 21 September malam. Saya sampai langsung bertanya, saya bisa tunjukkan WA saya sama RS (Ratna Sarumpaet) itu," kata Fadli.

Saat menerima foto tersebut Fadli mengaku langsung menyarankan Ratna melapor ke Polisi. Tetapi langsung ditolak oleh Ratna. Dia juga sempat meminta Ratna untuk segera melakukan visum terhadap luka lebamnya. Namun, kembali ditolak karena tak ingin beritanya terkuak.

"Sehingga tidak ada juga berita yang saya keluarkan, itu hari Minggu Senin enggak ada. Tiba-tiba Selasa pagi dan Senin malam banyak beredar foto-foto itu di WhatsApp. Saya enggak tahu dari mana beredarnya kabar RS dianiaya," ujarnya.

Setelah foto wajah lebam Ratna beredar ke media, Fadli yang kala itu sedang mengikuti rapat paripurna di DPR langsung kaget. Dia yakin awak media akan mencecar pertanyaan terkait hal itu.

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...