Strategi Prabowo-Sandiaga untuk Gaet Suara “Swing Voters”


DEMOKRASI - Juru Bicara pasangan calon presiden dan wakil presiden, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Andre Rosiade menuturkan, pihaknya memiliki berbagai cara agar suara para pemilih mengambang atau “ swing voters” bisa berlabuh kepada pasangan Prabowo Subianto-Sandiga Uno pada Pilpres 2018.

Salah satunya, kata Andre, pasangan Prabowo-Sandi akan rajin berkunjung ke sejumlah daerah untuk menyerap aspirasi suara rakyat.

Prabowo-Sandi juga siap dalam debat terbuka capres-cawapres. Andre optimistis, sisa waktu sekitar enam bulan sampai masa pencoblosan, elektabilitas Prabowo akan meningkat. Terlebih setelah debat terbuka capres-cawapres.

“Nanti pas debat terbuka antara kandidat Pak Prabowo dan Mas Sandi (Sandiaga Uno) akan mengeluarkan kebijakan-kebijakan dan program konkret bagaimana menyelesaikan masalah ekonomi bangsa, membuka lapangan pekerjaan, memastikan harga-harga kebutuhan pokok terjangkau dan juga pemberantasan korupsi,” tutur Andre saat dihubungi Kompas.com, Selasa (9/10/2018).

Empat isu itu, kata Andre, akan dijabarkan oleh pasangan nomor urut 02 Prabowo dan Sandiaga Uno secara detail dan komprehensif saat acara debat terbuka mendatang.

Sebagai informasi, KPU akan menggelar debat capres-cawapres sebanyak lima kali. Debat ini akan dimulai pada awal tahun 2019 mendatang.

Debat PIlpres akan digelar sebanyak 5 kali selama masa kampanye. Dengan rincian, dua kali untuk calon presiden, satu kali untuk calon wakil presiden, serta dua kali untuk calon presiden dan wakil presiden.

“Ini kan pemilih rasional belum menentukan pilihan dan saya rasa akan banyak yang akan berpindah ke Pak Prabowo dan Bang Sandi setelah nanti debat perbedaan kualitas antara Pak Prabowo dan Pak Jokowi. Perbedaan program yang kongkret nanti akan kita lihat,” tutur Andre.

Lebih lanjut, Andre optimis, pasangan Prabowo-Sandiaga akan memenangkan kontestasi Pilpres 2019 mendatang.

“Kita optimis karena memang kita rasakan disaat bertemu di lapangan baik Pak Prabowo dan Mas Sandi, saya sendiri sebagai caleg juga merasakan bagaimana masyarakat di bawah,” tutur Andre.

Sebelumnya, survei terbaru lembaga survei Saiful Mujani Research Center (SMRC) yang dirilis, Minggu (7/10/2018), menyatakan, elektabilitas calon presiden dan calon wakil presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin unggul atas kompetitornya, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada enam bulan sebelum Pilpres 2019.

Unggulnya elektabilitas Jokowi-Ma'ruf Amin didukung oleh tingginya elektabilitas Jokowi yang mencapai 60,2 persen. Sementara Prabowo hanya 29,8 persen, sedangkan 9,8 persen tidak menjawab.

SUMBER © DEMOKRASI.CO

Juru Bicara pasangan calon presiden dan wakil presiden, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Andre Rosiade menuturkan, pihaknya memiliki berbagai cara agar suara para pemilih mengambang atau “ swing voters” bisa berlabuh kepada pasangan Prabowo Subianto-Sandiga Uno pada Pilpres 2018.