logo

Sudirman Said heran seminarnya dibatalkan UGM tanpa alasan jelas

Sudirman Said heran seminarnya dibatalkan UGM tanpa alasan jelas

DEMOKRASI - Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said angkat suara soal pembatalan seminarnya di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta pada Jumat (12/10). Menurutnya, pihak kampus tak memberi alasan jelas seminar bertajuk "Kepemimpinan Era Milenial", dicabut izinnya.

"Sehabis salat Jumat menjelang berangkat ke kampus UGM, diberitahu panitia kalau acara tidak jadi dilaksanakan. Karena pihak Pimpinan Fakultas membatalkan izin peminjaman auditorium. Saya jawab pada panitia, ya sudah tidak apa apa," kata Sudirman Said dalam keterangan pers, Minggu (14/10).

Meski mengaku tidak mempermasalahkan soal pembatalan, Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional Prabowo - Sandiaga ini menyayangkan sikap pihak kampus yang kabarnya mengancam akan memberhentikan mahasiswa yang menjadi panitia jika seminar tetap digelar.

"Yang saya sedih, kenapa harus pakai ada ancaman drop out segala ke adik adik kita kader bangsa. Semoga ancaman drop out itu tidak benar. Mereka tidak berbuat kesalahan. Mereka justru sedang membina diri," jelasnya.

Sampai saat ini Sudirman Said mengaku belum mengetahui pasti alasan pihak fakultas mencabut izin seminar. Namun sempat tersiar kabar, bisa terjadi hal tidak diinginkan jika seminar tetap dilangsungkan.

"Saya tidak tahu sebabnya apa. Menurut panitia, mereka diberi tahu ada ancaman chaos. Saya tidak ngerti chaos apa," ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Panitia Seminar Kebangsaan, Jibril Abdul Aziz mengatakan jika acara yang digagas oleh mahasiswa Peternakan GM itu awalnya dijadwalkan akan diselenggarakan pada Jumat (12/10) siang. Tetapi tiba-tiba izin peminjaman tempat dicabut oleh pihak pengelola UGM.

"Acara sudah dijadwalkan. Surat izin dan peminjaman tempat juga sudah disetujui. Tiba-tiba Jumat pagi saya dapat kabar dari pihak kampus jika izin peminjaman tempat di Auditorium Peternakan dicabut," ujar Aziz saat dihubungi, Sabtu (13/10).

Aziz mengatakan jika dirinya tak paham alasan pencabutan izin peminjaman tempat tersebut. Hanya saja pihak UGM beralasan khawatir terjadi hal-hal yang tak diinginkan.

"Pihak kampus, dari Prodi Peternakan hanya menyebut dikhawatirkan terjadi hal tak diinginkan, terjadi chaos. Padahal surat persetujuan pemakaian auditorium sudah ada tanda tangan dari BEM, Kamis kemarin juga sudah diparaf prodi, lalu pagi tadi tiba-tiba dicancel, dicabut izinnya," ungkap mahasiswa Peternakan angkatan 2014 ini.

Jibril Abdul Aziz mengaku mendapatkan ancaman di drop out (DO) dari UGM. Ancaman DO itu dikeluarkan jika Aziz tetap ngotot menggelar acara di UGM. "Saat dipanggil pihak kampus, ada yang bilang ke saya jika saya tetap ngotot mengadakan acara bisa di DO," ucapnya.

Sementara itu Humas UGM, Iva Aryani menyampaikan tidak pernah ada ancaman maupun tekanan baik dari pihak fakultas maupun dari pihak universitas terkait acara tersebut. Pencabutan izin lebih dikarenakan masalah administrasi.

"Tidak pernah ada represi ancaman dari fakultas maupun universitas. Tidak ada tekanan dari pihak manapun dan tidak ada unsur politis. Pencabutan izin murni persoalan administrasi. Pencabutan izin karena penyelenggaranya bukan BEM atau organisasi kemahasiswaan di bawah koordinasi fakultas. Penanggung jawab juga bukan civitas akademika. Jadi tidak bisa difasilitasi penggunaan tempatnya," pungkas Iva saat dihubungi wartawan, Sabtu (13/10).

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...