logo

Terkuak, Ada "Niat Jahat" Dibalik Viralnya Penggusuran PAUD Tunas Bina

Terkuak, Ada "Niat Jahat" Dibalik Viralnya Penggusuran PAUD Tunas Bina

DEMOKRASI - Politisi PAN DKI Jakarta, Dany Kusuma ikut mengomentari ramainya pemberitaan kasus pembongkaran bangunan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Tunas Bina di Jalan Cengkeh Raya, RT 008 RW 007, Pinangsia, Tamansari, Jakarta Barat.

Dany mengakau, dirinya menemukan sejumlah kejanggalan perihal proses relokasi yang berlangsung pada Rabu (17/10/2018) kemarin.

"Saya mendapatkan fakta bahwa sebelum pembongkaran dilakukan ada semacam mobilisasi anak-anak oleh oknum RW untuk menempati gedung PAUD itu. Padahal, sebelumnya mereka pengurus, guru dan wali murid PAUD bersama pihak Pemprov sudah sepakat proses belajar mengajar dipindah sementara ke Masjid kecamatan Tamansari. Saya kemarin terjun langsung ke lapangan, dan mengecek langsung yang terjadi sebenarnya. Karena kebetulan itu Dapil saya," kata Dany kepada TeropongSenayan, Jumat (19/10/2018).

Karenanya, Dany mensinyalir bahwa proses relokasi tersebut telah disusupi oleh oknum berjenis kelamin 'anti Anies' yang sengaja ingin merusak satu tahun Gubernur DKI Anies Baswedan memimpin Ibu Kota.

"Saya dapat laporan dari warga bahwa memang ada oknum RW setempat yang kebetulan pengurus salah satu partai oposisi di DKI. Jadi, begitu petugas datang dan akan merelokasi dibuatlah seakan-akan anak-anak PAUD dipaksa keluar. Dan itu langsung direkam melalui video sebelum kemudian diviralkannya ke sosmed dan group-group WA. Ini jelas cara-cara jahat untuk mendiskreditkan Gubernur dan Pemprov DKI," beber Dany.

Dany mengaku, sejak awal dirinya sudah penasaran dan tidak habis pikir mengingat video pembongkaran tersebut viral dan langsung diberitakan dengan sedemikian massif.

"Ini adalah bentuk serangan nyata kepada Gubernur dengan persiapan yang cukup matang. Karena saya tidak yakin, Pak Anies yang dikenal sangat konsen terhadap dunia pendidikan dan juga mantan Menteri Pendidikan mengintruksikan penggusuran paksa terhadap lembaga pendidikan dengan cara-cara yang diviralkan itu," ujarnya.

"Rasanya mustahil Pak Anies memerintahkan pembongkaran paksa apalagi dilakukan di depan anak-anak. Saya rasa itu bukan Anies banget. Demikian juga pejabat-pejabat Pemprov hingga tingkat kecamatan dan kelurahan, tidak mungkin mereka seceroboh itu. Artinya apa?, mereka (petugas lapangan) jelas terperangkap oleh jebakan oknum RW yang diviralkan di medsos, dan kemudian mereka goreng melalui media-media mainstrem," ungkap Dany.

Karena itu, Dany meminta Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Pemprov DKI segera melakukan investigas mendalam terkait peristiwa relokasi yang terkesan berpola penggusuran era eks Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) itu.

"Cara-cara jahat dengan niat jahat ini harus menjadi pelajaran penting bagi Pemprov DKI agar kedepan lebih berhati-hati. Apalagi ini sudah masuk tahun politik," Dany mengingatkan.

Faktanya, tambah Dany, di lapangan tidak ada kegaduhan apapun, muali dari anak-anak, wali murid, warga setempat dan pengurus PAUD tidak merasakan kegaduhan apapun. Apalagi situasi mencekam sebagaimana yang viral di video-video beberapa hari terakhir.

"Saya kemarin juga sempat melihat langsung proses belajar mengajar yang sementara dilangsungkan di Masjid kecamatan Tamansari, baik-baik saja tu. Semua aktivitas normal seperti biasa, ibu-ibu wali murid bercanda penuh kekeluargaan dan anak-anaknya pada ceria," pungkas Dany.

Diketahui, sebelumnya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mencopot camat Taman Sari, Jakarta Barat, Firman Ibrahim.

Hal itu terkait penggusuran PAUD Tunas Bina di Kelurahan Pinangsia, Tamansari, Jakarta Barat, yang dilakukan saat proses belajar-mengajar tengah berlangsung, Rabu (18/10/2018) kemarin.

Namun, pengurus PAUD Tunas Bina RW 07 Heni Suhaeni, membantah adanya penggusuran paksa sebagaimana ramai di pemberitaan maupun viral di medsos.

Dia menjelaskan, bahwa pada saat proses pembongkaran, Rabu (17/10/2018) kemarin, tidak ada istilah penggusuran paksa oleh pihak manapun, baik pemerintah Kecamatan Tamansari, Kelurahan Pinangsia, maupun Satpol PP.

"Pembongkaran dilaksanakan setelah kegiatan proses belajar mengajar anak-anak selesai," kata Heni dalam surat yang diperoleh TeropongSenayan, Jakarta, Kamis (18/10/2018) malam.

Dalam surat itu, Heni yang juga guru PAUD Tunas Bina menyatakan, bahwa pihak pengurus sudah menyetujui dan sepakat atas pembongkaran bangunan PAUD Tunas Bina.

"Sebelumnya, kami beberapa kali sudah menggelar rapat bersama pihak-pihak terkait, mulai kecamatan Pinangsia dan Wali Kota administrasi Jakarta Barat. Kami (pengurus) sudah menyetujui pembongkaran gedung PAUD Tunas Bina," ujar Heni.

Selain itu, lanjutnya, lahan relokasi untuk PAUD Tunas Bina yang baru sudah tersedia di lokasi yang telah disepakati bersama dan saat ini dalam proses pembangunan.

"Namun, sementara pembangunan di lahan relokasi belum selesai, kegiatan belajar mengajar anak-anak dilaksanakan di Masjid Al-Ikhlas Kantor Kecamatan Tamansari Kota Administrasi Jakarta Barat," terang Heni.

Senada dengan Heny, Ketua DPP Forum RT-RW DKI Jakarta, Maryanto juga menepis adanya penggusuran paksa PAUD Tunas Bina di Jalan Cengkeh Raya, Pinangsia.

Dia malah bingung terkait munculnya pemberitaan yang masif soal penggusuran paksa PAUD Tunas Bina tersebut.

Sebab, menurut Maryanto, tidak ada unsur paksaan sama sekali maupun perlawanan apapun dalam proses pembongkaran bangunan PAUD Tunas Bina di Jalan Cengkeh Raya, Pinangsia, Rabu (17/10/2018) lalu.

Dia menegaskan, proses pemindahan anak-anak PAUD ke kelas yang baru sudah sesuai kesepakatan bersama antara warga, pengurus PAUD dan pihak-pihak terkait.

"Alhamdulillah, masalah (relokasi) berlangsung baik dengan cara-cara yabg bijak serta melalui musyawarah mufakat. Sehingga tidak menimbulkan kegaduhan serta saling menyalahkan sesama lembaga lainnya," kata Maryanto kepada TeropongSenayan.

"Alhamdulillah dorongan dan semangat serta kebersamaan kita dengan Pak Walikota permasalahan yang ada pada teman-teman RT-RW di Jakarta Barat, dapat terselesaikan dengan baik dan sudah ada solusinya semua, termasuk Kantor Pos RW 04 TDU yg sedang dibangun dan Pos RW 07 Pinangsia juga segera akan dibangun kembali, tidak ada satu masalah apapun," katanya.

"Untuk itu, atas nama DPP Forum RT-RW DKI Jakarta Barat dan Pembina FRT-RW DPW Jakarta Barat kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pemangku kepentingan di wilayah Jakarta Barat, terutama Bapak H.Rustam Effendi Walikota Jakarta Barat, Pak Camat Tamansari, Grogol Petamburan serta para bapak lurah Pinangsia dan TDU," tandas Maryanto.

Terpisah, sejumlah warga Pinangsia juga membenarkan bahwa tidak ada unsur paksaan dalam pembongkaran bangunan PAUD Tunas Bina di Jalan Cengkeh Raya, Pinangsia, Rabu (17/10/2018) kemarin.

Seperti halnya yang diutarakan Agus (30), warga RW 007 Kelurahan Pinangsia, Tamansari, Jakarta Barat.

Agus yang melihat langsung proses pebongkaran bangunan PAUD Tunas Bina, mengatakan, tidak ada unsur paksaan dalam pembongkaran itu.

"Pembongkarannya (PAUD Tunas Bina) biasa-biasa saja ah. Tidak ada unsur paksaan anak-anak PAUD-nya diusir petugas," ujar Agus, Kamis (18/10/2018).

Meski demikian, Agus mengatakan para petugas datang ke PAUD bertepatan dengan saat anak-anak sedang pergantian kelas dan siap belajar ke masjid.

"Memang benar, petugas datang saat anak-anak PAUD sedang pergantian kelas dan bersiap belajar. Tapi, tidak ada paksaan. Sebab, saat ingin dibongkar lebih dulu para Wali Murid PAUD itu nyuruh anak-anak membantu angkat kursinya saja," ujarnya.

"Ada juga pos RW 007 juga dirobohkan. Sebab pos itu menempel dengan bangunan PAUD," terang Agus menambahkan.

Warga lainnya, Imam (29) juga mengatakan tak ada unsur pembongkaran paksa saat itu.

Berdasarkan pantauan di lokasi, PAUD Tunas Bina kini telah rubuh dan rata dengan tanah. Hanya tersisa puing-puing bangunan berupa material beton dan kayu di sana, begitu pula dengan Pos RW 007 yang bersebelahan dengan PAUD.

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...