logo

Terobos Palang Pintu, Pengendara Motor Tewas Tersambar Kereta Api

Terobos Palang Pintu, Pengendara Motor Tewas Tersambar Kereta Api

DEMOKRASI - Seorang pengendara sepeda motor tewas tertabrak kereta api di perlintasan KA di Desa Kuwaron, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Rabu (24/10/2018).

Korban tewas diketahui bernama Novia Setyowati (28), warga Desa Kuwaron. Korban merupakan karyawan sebuah pabrik di Kecamatan Tegowanu.

Informasi yang dihimpun, pagi itu sekitar pukul 06.45 WIB, korban mengendarai motor berangkat bekerja berboncengan dengan temannya, Erna Wulan Susanti (24), warga Desa Kunjeng, Gubug.

Setibanya di lokasi kejadian, palang pintu perlintasan sudah diturunkan oleh penjaga sebagai tanda bahwa tidak lama lagi akan ada kereta yang melintas. Namun, Novia yang terlihat agak terburu-buru tetap menerobos palang pintu perlintasan.

Pada saat bersamaan, dari arah barat sedang melaju kereta api Parcel Nomor 132 jurusan Jakarta-Surabaya. Mengingat jaraknya sudah dekat, tabrakan pun tak bisa dihindari.

"Braaakkkkk.... pengendara itu nekat menerobos meski palang pintu diturunkan," kata Nurul Ahmad (41), warga setempat.

Akibat tabrakan ini, pengendara dan motor Suzuki Nex nopol K 5845 TZ terseret sejauh belasan meter dan akhirnya terlempar ke saluran air di samping rel.

Novia yang mengalami luka sangat parah langsung meninggal di lokasi kejadian. Sementara Erna berhasil selamat karena sempat melompat dari kendaraan, beberapa saat sebelum terjadinya tabrakan.

Manajer Humas PT KAI Daop IV Semarang, Suprapto menyayangkan kecelakaan tersebut bisa terjadi. Pihaknya, sudah menerima laporan dari masinis KA no 132 bahwa keretanya ditemper sepeda motor di petak jalan antara Tegowanu-Gubug. Saat ini, peristiwa kecelakaan tersebut masih dalam penanganan pihak kepolisian.

Suprapto berharap agar masyarakat berhati-hati dan meningkatkan disiplinnya ketika melintas di perlintasan sebidang antara jalan raya dan rel.

"Patuhi tata cara berlalu lintas. Jangan menerobos palang perlintasan yang diturunkan. Kalau tidak ada palang pintu, berhenti di rambu tanda "STOP", tengok kiri kanan. Yakinkan di kedua jalur tidak ada kereta api, apabila aman baru bisa melintas," terangnya.

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...