logo

Teror Wanita, Komplotan 'Raja Tega' Digulung Polisi Sukabumi

Teror Wanita, Komplotan 'Raja Tega' Digulung Polisi Sukabumi

DEMOKRASI - Sepak terjang komplotan begal yang kerap beraksi di Kota Sukabumi, Jawa Barat, tamat setelah polisi berhasil menggulung mereka. Tiga pelaku dibekuk polisi, salah satunya inisial P alias Bolo (31) yang menjadi otak di balik serangkaian kejahatan yang meresahkan warga.

Jejak komplotan Bolo terekam beberapa kali di media sosial. Sejumlah warganet sempat memposting ulah kriminal Bolo cs. Menurut polisi, komplotan ini mendapat julukan 'Raja Tega', karena mereka tidak segan melukai korban yang mayoritas wanita.

Tiga pelaku yang diringkus terdiri Bolu, PA (25) dan RMH (21). "Komplotan yang dipimpin Bolu ini sering melakukan kekerasan. Kelompok ini dikenal juga dengan sebutan 'Raja Tega'. Korban mayoritas perempuan, barang berharga dipreteli. Bahkan motor korbannya juga ada yang dirampas," kata Kapolres Sukabumi Kota AKBP Susatyo Purnomo didampingi Kasatreskrim AKP Budi Nuryanto di simpang tiga Tugu Mandiri, Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (4/10/2018).

Catatan polisi, kelompok tersebut beraksi di enam tempat kejadian perkara (TKP). Modus mereka mengincar korban yang melintas di jalanan sepi saat sore dan malam hari. Korban terakhir ialah muda-mudi yang tengah mengendarai motor di Lembah Halimun, Kampung Baru, Kecamatan Sukabumi.

"Mereka melancarkan aksinya ketika situasi benar-benar sepi. Mereka membawa senjata tajam. Dua korban diketahui tengah berboncengan dihadang pelaku, kemudian mencekik korban dan mendorongnya dari motor. Untungnya saat itu korban tidak melawan, karena komplotan ini tidak segan menggunakan senjata tajamnya untuk melukai korban," tutur Susatyo.

Polisi bergerak memburu kawanan begal tersebut. Bolo dan anak buahnya ditangkap polisi di sebuah rumah sekaligus tempat persembunyian mereka, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Senin (1/10).

Polisi menyita sejumlah barang bukti di antaranya satu unit motor dan ponsel diduga hasil jarahan pelaku. "Masih kita kembangkan, karena dicurigai masih ada anggota komplotannya yang lain. Selain itu, lokasi tempat mereka beraksi juga diduga tidak hanya di Sukabumi," ujar Susatyo.

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...