Tim Jokowi: Kami belum pernah lihat prestasi Prabowo


DEMOKRASI - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding meminta agar calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto tidak sekadar mengumbar slogan keras saat menyampaikan pernyataannya ke publik. Sebab, kata Karding, sejak deklarasi pencalonan Presiden, Prabowo dinilai tidak memiliki gagasan sekalipun tentang kerakyatan.

"Mohon maaf sekali lagi, kami belum pernah melihat prestasi Pak Prabowo, gagasan Pak Prabowo yang memperhatikan rakyat," ujar Karding di posko pemenangan Jokowi-Ma'ruf, Jalan Cemara, Jakarta Pusat, Jumat (12/11).

Mantan Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu bahkan menyinggung latar belakang Prabowo sebagai eks menantu Soeharto. Menurutnya, gagasan Prabowo terkait rakyat tidak relevan jika ditarik mundur posisi Prabowo saat masih menjadi menantu dari presiden ke-2 itu.

Di era Soeharto, kata Karding, praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme sangat marak sehingga secara tidak langsung Prabowo menikmati praktik tersebut.

"Jadi kita ini masih ingat kenapa reformasi dijalankan, yaitu salah satunya mengubah praktik KKN yang dilakukan Pak Harto dan kroninya, dan Pak Prabowo menantu saat itu secara tidak langsung pasti beliau mendapat banyak keuntungan dari situ," tutur dia.

Karding juga mengaku heran dengan pernyataan Prabowo tentang ekonomi kebodohan seperti telah diberitakan, Capres Prabowo Subianto menyebut sistem perekonomian saat ini sebagai ekonomi kebodohan.

Hal itu dikatakan saat berpidato di Rakernas Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Lubang Buaya, Jakarta Timur, Kamis (11/10).

"Ini menurut saya bukan ekonomi neolib lagi, ini lebih parah dari neolib. Ini menurut saya ekonomi kebodohan. 'The economics of stupidity'. Ini yang terjadi," kata Prabowo.

Prabowo juga meniru kalimat Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada saat Pemilu AS 2016, 'Make America Great Again'. Perkataan Trump tersebut diucapkan dengan menggantikan kata America dengan Indonesia.

"Kenapa bangsa Indonesia tak berani bilang Indonesia first, make Indonesia great again? Kenapa tidak ada pemimpin yang berani bilang gitu?," lantang Prabowo.

Kalimat 'Make America Great Again' populer dalam Pilpres Amerika pada 2016 lalu. Slogan tersebut dipopulerkan oleh Presiden AS Donald Trump. Pada 1980, Ronald Reagen mantan presiden Amerika juga mengucapkan hal sama dalam kampanyenya.

Perkataan Prabowo tersebut terlontar usai membahas soal Neoliberalisme, sebagai paham ekonomi yang mengacu pada filosofi ekonomi-politik akhir-abad keduapuluhan.

"Karena semua negara berhasil adalah negara yang mampu mempertahankan ekonominya masing-masing. Dulu di Orde Baru saya percaya Neolib, saya percaya yang orang kaya sedikit dahulu tapi nanti nurun ke bawah. Tapi ternyata turunnya (sekarang) cuma setetes-setetes," ujarnya. [rnd]

SUMBER © DEMOKRASI.CO

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding meminta agar calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto tidak sekadar mengumbar slogan keras saat menyampaikan pernyataannya ke publik.