Trump Angkat Bicara Soal Hilangnya Jurnalis Saudi di Istanbul


DEMOKRASI - Presiden Amerika Serikat Donald Trump turut angkat bicara soal menghilangnya jurnalis ternama asal Arab Saudi Jamal Khashoggi usai masuk ke gedung konsulat Saudi di Istanbul, Turki.

"Saya prihatin. Saya tidak suka mendengar tentang itu. Mudah-mudahan akan terselesaikan dengan sendirinya," ujar Trump, seperti dikutip dari CNN, Senin (8/10/2018).

"Sekarang, tidak ada yang tahu apa-apa tentang hal tersebut. Ada beberapa cerita buruk yang beredar. Saya tidak menyukainya," imbuh Trump.

Komentar Trump terlontar bersamaan dengan sanggahan keras dari Duta Besar Saudi untuk AS, Pangeran Khalid bin Salman bin Abdulaziz, terkait klaim bahwa Kashoggi telah dibunuh atau ditahan otoritas Saudi.

"Ada banyak fakta mengenai keberadaannya yang diharapkan akan terungkap melalui penyelidikan," demikian pernyataan dari Pangeran Khalid.

Jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi.(AFP/MOHAMMED AL-SHAIKH)

"Saya jamin laporan-laporan yang memberi kesan Jamal Khashoggi hilang di Konsulat di Istanbul, atau pihak berwenang Kerajaan Saudi telah menahannya atau membunuhnya benar-benar palsu, dan tidak berdasar," imbuhnya.

AFP melaporkan, Khashoggi tercatat sebagai penduduk AS.

Dia telah menulis kritikan selama setahun terakhir di Washington Post terhadap Putra Mahkota Saudi Pangeran Mohammad bin Salman.

Dia dilaporkan memasuki konsulat pada Selasa (2/10/2018) untuk mengajukan dokumen pernikahan. Sementara, tunangannya asal Turki menunggu di luar gedung.

Pejabat Turki menyatakan, dia telah dibunuh di dalam gedung konsulat, sebuah tudingan yang disanggah oleh Saudi.

Masalah ini mengancam hubungan dekat antara Saudi dengan pemerintahan Trump, yang selama ini bersedia menutup mata terhadap pelanggaran hak asasi manusia di Saudi dan serangan koalisi di Yaman.

Trump sebaliknya berfokus pada kepentingan bersama AS dan Saudi dalam meningkatkan tekanan terhadap Iran.

Namun, dua senator senior dari partai Republik memperingatkan hubungan dekat AS-Saudi bisa terancam jika dugaan tentang pembunuhan Khashoggi benar.



Senator Republik Lindsey Graham mengatakan Riyadh harus memberikan jawaban jujur tentang nasib jurnalis tersebut.

Bob Corker, ketua Komite Hubungan Luar Negeri Senat, memperingatkan kepada pemerintah Saudi yang menyerang wartawan di luar negara mereka.

SUMBER © DEMOKRASI.CO

Presiden Amerika Serikat Donald Trump turut angkat bicara soal menghilangnya jurnalis ternama asal Arab Saudi Jamal Khashoggi usai masuk ke gedung konsulat Saudi di Istanbul, Turki.