logo

Warga Sulteng tak perlu khawatirkan ratusan gempa susulan

Warga Sulteng tak perlu khawatirkan ratusan gempa susulan

DEMOKRASI - Pasca gempa berkekuatan 7,4 skala richter (SR) yang meluluh lantahkan Donggala, Palu dan Sigi, Sulteng, ratusan guncangan hingga sepekan ini masih terjadi. Namun warga diminta tak perlu khawatir dengan gempa susulan tersebut.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, gempa susulan masih terus terjadi. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat hingga pukul 06.00 WIB tadi pagi, wilayah Sulawesi Tengah sudah mengalami 437 gempa susulan.

"Gempa susulan masih terus berlangsung," kata Sutopo di Kantor BNPB, Jakarta Timur, Jumat (5/10).

Sutopo pun mengungkapkan, gempa susulan yang masih terjadi saat ini merupakan hal yang biasa. Hal itu karena lempengan bumi yang awalnya saling berbenturan dan mengakibatkan gempa itu sedang mencari keseimbangan kembali.

"Jadi tidak perlu khawatir. Ini akan terus menurun (kekuatan gempanya)," ungkapnya.

Dalam peristiwa gempa disertai tsunami yang terjadi pada Jumat (28/9) sore, ternyata juga memakan korban asal Korea Selatan yang ditemukan di bawah reruntuhan Hotel Roa-Roa.

Setelah diketahui dan diidentifikasi, ternyata ia merupakan atlet paralayang yang hendak mengikuti perlombaan Cross Country Paralayang 2018 di Palu.

"Warga Korea Selatan ditemukan laki-laki, atlet paralayang," ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, korban meninggal dunia menjadi 1.571 orang pasca gempa yang terjadi di Palu-Donggala, Sulawesi Tengah. Peristiwa gempa yang berujung tsunami ini terjadi pada Jumat (28/9) sore.

"1.571 korban meninggal dunia. Perinciannya 144 di Donggala, 1.351 di Palu, 62 di Sigi, 12 di Moutoung dan 1 orang di Pasang Kayu," kata Sutopo di Kantor BNPB, Jakarta Timur, Jumat (5/10).

Ia pun menjelaskan, para korban ini meninggal hampir kebanyakan karena tertimpa reruntuhan bangunan. Ia pun menyebut, sebanyak 1.551 mayat telah dimakamkan secara massal.

"Sebagian korban sudah dimakamkan dan hari ini akam dimakamkan, korban diidentifikasi sebelum dimakamkan," jelasnya.

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...