Yenny Wahid: Pesantren Harus Bebas Dari Politik Praktis


DEMOKRASI - Direktur Wahid Institute, Yenny Wahid mengimbau peserta Pemilu 2019 baik Pilpres dan Pileg agar tidak berkampanye di lingkungan pondok pesantren."Kalau kunjungan sekedar ajarkan masyarakat pemahaman nilai baik enggak apa-apa, kampanye ya dilarang," ujar Yenny di sela-sela Dialog Peradaban Lintas Agama di Hotel Aryaduta Jakarta, Sabtu (12/10).

Sambung putri Gus Dur itu, pesantren harus terbebas dari proses politik praktis karena di sana merupakan tempat belajar.

Para kandidat boleh saja mengunjungi pesantren dalam rangka menjalin silaturahmi dengan ulama dan mendengar aspirasi, namun tidak diperkenankan kampanye.

"Kalau silaturahmi enggak apa-apa, semua kandidat boleh, karena kandidat layak dengar aspirasi semua kalangan masyarakat. Yang enggak boleh arena ponpes dipolitisir," jelas Yenny.

Dengan menjaga pesantren dari proses politik praktis juga secara langsung menjaga para santri generasi masa depan agar selalu netral dalam mengambil sikap politik. [rus]

SUMBER © DEMOKRASI.CO

"Kalau silaturahmi enggak apa-apa, semua kandidat boleh, karena kandidat layak dengar aspirasi semua kalangan masyarakat. Yang enggak boleh arena ponpes dipolitisir," jelas Yenny.