logo

Aksi Hasto dan Djarot Lewati Api Abadi di Kayangan

Aksi Hasto dan Djarot Lewati Api Abadi di Kayangan

DEMOKRASI - Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menjajal melewati api abadi di tempat wisata kayangan Api, Bojonegoro, Jawa Timur. Kaki Hasto terlihat melangkah perlahan melewati api abadi tersebut.

Berdasarkan pantauan detikcom di Kayangan Api, Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Minggu (18/11/2018) malam, Hasto didampingi Bupati Bojonegoro Anna Muawanah dan Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat berada di depan api abadi.

Hasto yang pertama menjajal melewati api abadi yang berada dalam lingkaran. Api abadi itu ditumpuk batu-batu, yang dilewati Hasto.

Hasto sempat berdiam di tengah kobaran api abadi. Dia terlihat menangkuk tangan dan pandangan mata melihat ke bawah.

Tak hanya Hasto, Djarot juga menjajal melewati api abadi itu. Mantan Gubernur DKI itu terlihat berada di tengah kobaran api dengan pose salam jempol.

"Jadi, dalam sejarah peradaban kita, Singosari dan Majapahit menggunakan api abadi ini untuk membuat pusaka bagi satria-satria nusantara, sehingga kita punya keberanian. Mereka punya api semangat dan ini juga terkait dengan petilasan yang ada seperti candi penataran di Kota Blitar," ujar Hasto setelah menjajal melewati api abadi.

Dia berharap api abadi merupakan kebudayaan nusantara yang harus ditingkatkan dalam pariwisata. Tempat wisata ini direncanakan ditanami bunga-bunga.

"Ini menunjukkan bahwa perhatian kita terhadap kebudayaan, terhadap sejarah nusantara harus terus digalakkan, dan alhamdulillah di Bojonegoro juga melakukan hal tersebut," kata dia.

Foto: Faiq Hidayat - detikcom

Di tempat yang sama, Djarot bercerita saat melewati api abadi itu. Menurut dia, saat berada di tengah api abadi sempat merenung membayangkan ketika pasukan Bhayangkara dilatih di atas api abadi itu.

"Saya merenung, membayangkan zaman dulu kala. Jadi pasukan Bhayangkara yang sudah dilatih itu diwisuda di sini. Pasukan Bhayangkara dari Singosari maupun Majapahit," tutur dia.

"Coba kalian naik ke atas, kemudian di atas api di situ, tidak terbakar, hangat dan membayangkan diri, kalian itu betul-betul diselimuti oleh semangat aura api di dalam dada kita dan itu semua untuk pengabdian, untuk tanah air," sambung Djarot.

Sementara itu, Anna mengaku akan meningkatkan tempat wisata api abadi dengan melakukan pengembangan. Contoh pengembangan dengan membangun tempat untuk introspeksi diri dan refleksi diri.

Adapun pengunjung wisata ramai saat waktu malam. Setiap bulan, jumlah pengunjung wisata itu sekitar 1.000 orang.

"Kata Pak Kepala Dinas, 500 orang dikalikan dua, seribu. Nanti kami akan tingkatkan jadi 10 ribu lah," tutur Anna.

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...