logo

Andi Arief: SBY dan AHY Hormati 'Superstars' Prabowo-Sandi

Andi Arief: SBY dan AHY Hormati 'Superstars' Prabowo-Sandi

DEMOKRASI - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief menjelaskan bahwa Susilo Bambang Yudhoyono dan Agus Harimurti Yudhoyono baru akan berkampanye untuk kepentingan Pilpres 2019 pada Maret.

Alasannya karena ayah dan anak itu ingin menghargai Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sebagai pasangan capres dan cawapres alias 'superstars' yang harus habis-habisan berkampanye.

"Prinsipnya SBY dan AHY menghormati superstar-nya Prabowo untuk berkampanye habis-habisan. Prabowo-lah yang akan menentukan kemenangan," ujar Andi melalui pesan singkat, Senin (19/11).

Andi juga menjelaskan mengapa SBY dan AHY baru akan berkampanye pada Maret karena untuk memastikan Prabowo dan Sandi terus bekerja meningkatkan elektabilitasnya. Terutama dalam 3-4 bulan dari sekarang.

"Capres dan cawapreslah yang sangat menentukan suara," imbuh Andi.

Andi juga mengatakan SBY dan AHY tidak akan lagi mengganggu urusan internal partai jika berkampanye pada Maret mendatang. Setiap partai, kata Andi, tentu juga disibuki oleh persiapan menghadapi pileg yang dihelat secara serentak bersama Pilpres April mendatang.

"Karena dua medan pertempuran yang berbeda," kata Andi.

Alasan lain mengapa SBY dan AHY baru mengkampanyekan Prabowo-Sandi pada Maret yakni karena saat itu sudah diperbolehkan untuk menggelar rapat umum. Kampanye berupa rapat umum sendiri adalah di tempat terbuka dengan melibatkan ribuan massa. Rapat umum baru boleh dilaksanakan pada 21 Maret - 13 April 2019.

"Jadi kampanye besar pilpres saat yang tepat," kata Andi.

Andi lebih jauh mengatakan bahwa SBY dan AHY adalah tokoh yang disukai masyarakat. Karenanya, mereka berdua akan turut mengkampanyekan Prabowo-Sandi pada Maret mendatang, tentu dalam rangka meningkatkan elektabilitas Prabowo-Sandi.

Selain itu, juga demi mempengaruhi kalangan pemilih mengambang atau yang belum menentukan pilihan. Merujuk dari survei internal Demokrat, Andi mengatakan Jokowi-Maruf memang unggul, namun kalah oleh kalangan yang ingin ganti presiden.

"Figur SBY dan AHY yang kesukaan masyarakat pada mereka berdua cukup tinggi, memungkinkan mereka memberi endorsement nantinya. Karena ada gejala bisa terjadi golput yang cukup besar," ujar Andi.

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...