logo

Anies dan Prasetio Edi Berselisih soal Proyek Stadion BMW

Anies dan Prasetio Edi Berselisih soal Proyek Stadion BMW

DEMOKRASI - Gubernur Jakarta Anies Baswedan dan Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi berselisih paham mengenai penunjukan pelaksana proyek pembangunan Stadion Internasional BMW di Jakarta.

Anies berkukuh mempercayakan pembangunan stadion dilakukan oleh PT Jakarta Propertindo (Jakpro), sementara Prasetio mengusulkan agar penunjukan pelaksana proyek dilakukan dengan sistem lelang oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI.

Anies tak setuju dengan usulan Prasetio. Dia khawatis jika pembangunan stadion BMW dipercayakan kepada Disorda perawatan dan pemanfaatannya tidak akan maksimal.

"Kenapa saya menugaskan BUMD untuk melakukan (membangun stadion)? Satu, kita tidak ingin stadion ini seperti GOR, gelanggang olahraga yang maintenancenya ala kadarnya, yang pemanfaatannya itu-itu saja," tutur Anies di Balai Kota Jakarta, Senin (18/11).

Anies menuturkan aset atau fasilitas olahraga yang selama ini dikelola oleh Disorda peruntukkannya lebih cenderung pada kegiatan komunitas saja. Padahal, ia berkeinginan agar nantinya Stadion BMW bisa digunakan untuk berbagai jenis kegiatan.

"Pengelolanya harus entitas bisnis sehingga dia bisa memanfaatkan sarana baik ini bukan hanya untuk sepakbola, tapi untuk kegiatan-kegiatan lainnya, dari mulai panggung kesenian sampai dengan kegiatan festival lainnya," kata Anies.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini kemudian mencontohkan pembangunan arena balap sepeda Velodrome dan arena berkuda Equistrian yang berhasil dibangun oleh Jakpro.


Kedua arena olahraga disebut Anies sebagai contoh keberhasilan BUMD dalam membangun fasilitas olahraga.

"Dengan diserahkan kepada BUMD, mereka bisa membangun dengan standar yang tinggi dan pengelolaannya nanti B2B (business to business). Pengelolaan B2B membuat ini bisa maju dan berkembang," ujar Anies.

Menanggapi alasan Anies, Prasetio mempersilakan Anies memecat Kepala Disorda DKI jika tak percaya dengan kinerjanya.

"Kalau misalkan dia (Anies) enggak percaya dengan Dinas Olahraganya, pecat aja," kata Prasetio di Gedung DPRD DKI Jakarta.

Prasetio menilai pembangunan stadion BMW itu akan lebih lama bila dikerjakan oleh Jakpro. Karena, sambung Prasetio, nantinya Jakpro juga akan kembali melelang proyek tersebut ke BUMD.

"Ini kan jadi panjang lagi (prosesnya), kenapa tidak SKPDnya ke langsung kontraktor dilelang, sama saja kan," ujarnya.

Politisi PDIP ini juga mengkhawatirkan soal penggunaan dana penyertaan modal daerah (PMD) oleh Jakpro untuk membangun stadion bagi kandang Persija tersebut.

Pasalnya, saat ini saja Jakpro memiliki masalah soal realokasi PMD mengendap sebesar Rp650 miliar.

"Karena bukan apa-apa, sekali lagi saya ada satu melihat yang kurang baik di Jakpro, masalah keuangan lah, dia dengan Rp650 miliar sampai sekarang tidak bisa dikembalikan, tutur Prasetio.

Stadion BMW Jakarta, adalah sebuah stadion multi-fungsi di Tanjung Priok, Jakarta, Indonesia yang dibangun terutama untuk pertandingan sepak bola. Stadion ini akan menampung 50.000 penonton.

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...