logo

Bulog Akan Impor 70 Ribu Ton Jagung dari Argentina dan Brazil

Bulog Akan Impor 70 Ribu Ton Jagung dari Argentina dan Brazil

DEMOKRASI - Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) bakal mengimpor komoditas jagung sebanyak 70 ribu ton untuk tahap pertama. Paling lambat, puluhan ribu ton jagung itu ditargetkan masuk pada 20 Desember 2018.

Dalam surat resmi perusahaan yang diperuntukkan bagi eksportir jagung di laman resmi Perum Bulog tertuliskan bahwa undangan partisipasi pengadaan jagung hanya diperuntukkan bagi eksportir asal Argentina dan Brazil.

Surat itu ditandatangani oleh Direktur Pengadaan Perum Bulog Bacthiar pada Rabu (7/11) kemarin. Dalam surat itu juga dituliskan proposal atau dokumen partisipasi itu paling lambat dikirimkan besok Jumat (9/11).

Bachtiar menjelaskan untuk sisa jagung yang harus diimpor sebanyak 30 ribu ton akan diproses tak lama setelah 70 ribu ton jagung masuk ke Indonesia. Seperti diketahui, rapat koordinasi terbatas (rakortas) yang dihadiri oleh Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, dan Menteri BUMN Rini Soemarno, Kepala Bulog Budi Waseso, dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution pekan lalu memutuskan untuk mengimpor 100 ribu ton seiring dengan naiknya harga jagung.

Jagung impor rencananya akan disebar ke peternak kecil dan menengah yang biasanya beternak ayam petelur, bukan ayam pedaging.

Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) dan Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN) mengungkapkan harga jagung di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat sudah mencapai Rp5.000-Rp5.100 per kg.

Secara terpisah, Budi menyebut pihaknya akan mengusahakan penyediaan jagung dari dalam negeri terlebih dahulu sambil menunggu datangnya jagung impor yang akan memasuki masa lelang. Jagung itu salah satunya berasal dari Sulawesi.

"Ada stok dalam negeri yang akan kami distribusikan dalam waktu dekat ini," ucap Budi.

Hanya saja, ia belum bisa memastikan jumlah jagung yang akan disebar ke peternak kecil dan menengah tersebut. Yang pasti, solusi dalam waktu dekat bisa diselesaikan oleh Bulog.

"Hitungannya belum pasti," imbuh Budi.

Pemerintah sebelumnya memutuskan untuk mengalokasikan jagung impor ke tiga provinsi, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Budi menyebut salah satu wilayah yang paling membutuhkan saat ini, yakni Blitar.

"Sementara ini yang awal minggu ini Blitar butuh sekitar 2.000 ton," terang Budi.

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...