logo

Debat Impor TKN Jokowi Vs BPN Prabowo: Dari Pangan hingga Kuda

Debat Impor TKN Jokowi Vs BPN Prabowo: Dari Pangan hingga Kuda

DEMOKRASI - Pidato Prabowo Subianto tentang janji Indonesia tak perlu impor jika terpilih jadi presiden menuai kontroversi. Debat antara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno soal impor meluas hingga ke soal kuda.

"Saya bersaksi di sini, kalau insyaallah saya menerima amanat dari rakyat Indonesia, saya akan bikin Indonesia berdiri di atas kaki kita sendiri! Kita tidak perlu impor apa-apa, Saudara-saudara sekalian! Kita harus dan kita mampu swasembada pangan! Mampu!" tegas Prabowo di GOR Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (4/11/2018).

"Kita juga harus dan mampu swasembada energi, swasembada bahan bakar! Kita tidak perlu impor 1,3 juta barel tiap hari. Kita tidak perlu mengirim USD 30 miliar tiap tahun ke luar negeri hanya untuk bayar bahan bakar," imbuh eks Danjen Kopassus itu.

Janji Prabowo menuai kritik. Juru bicara TKN Jokowi-Ma'ruf, Ace Hasan Syadzily, lantas mengungkit soal kuda peliharaan Prabowo.

"Memangnya kuda kebanggaan yang ditunggangi Pak Prabowo itu bukan impor? Jangan gampang bicara, deh! Masa kita tidak perlu impor sama sekali, sih. Yang realistis saja jika bicara," cetus Ace.

Senada dengan Ace, jubir TKN lainnya, yaitu Irma Suryani Chaniago, menyinggung kuda Prabowo terkait janji impor tersebut. Pernyataan Ace dan Irma dianggap tak nyambung oleh BPN Prabowo-Sandi.

"Pak Prabowo itu pidato soal swasembada pangan, soal kita tidak impor pangan. Tapi malah bicara impor kuda, impor yang lain. Kan konteksnya beda. Terkesan dipaksakan untuk mendiskreditkan Pak Prabowo," ujar jubir BPN Prabowo-Sandi, Andre Rosiade.

"Jaka sembung bawa golok, nggak nyambung, Bok!" sambungnya.

Seperti Andre, Koordinator Jubir BPN Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan Prabowo ingin menyejahterakan petani.

Dahnil menyebut visi Prabowo adalah membuat sektor pertanian unggul sehingga bisa mencukupi pangan dalam negeri. Caranya dengan meninggikan kesejahteraan petani dan melakukan modernisasi pertanian.

"Visi Pak @prabowo adalah fokus pada keunggulan komparatif Indonesia di sektor pertanian untuk memastikan kecukupan supply pangan dalam negeri. Meninggikan kesejahteraan petani dan melakukan modernisasi pertanian Indonesia. #StopImporPangan," kata Dahnil.

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...