logo

Demo di MUI, Kaum Difabel Tuntut Ma'ruf Amin Minta Maaf soal Budek, Buta & Bisu

Demo di MUI, Kaum Difabel Tuntut Ma'ruf Amin Minta Maaf soal Budek, Buta & Bisu

DEMOKRASI - Sembilan penyandang disabilitas melakukan aksi protes terhadap calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin di depan kantor MUI, Jakarta Pusat, Rabu (14/11). Mereka tidak terima dengan ucapan Ketua Majelis Ulama Indonesia itu yang menyindir pihak yang buta dan tuli terhadap keberhasilan pemerintah Joko Widodo.

Ketua Umum Persatuan Aksi Sosial Tuna Netra Indonesia (PASTI), Arif Nurjamal menilai ucapan Ma'ruf tak beda dengan gaya preman. Pihaknya menggelar aksi sebagai bentuk reaksi setelah membaca berita ucapan Ma'ruf di media.

"Kami mohon untuk beliau klarifikasi dan minta maaf melalui media," katanya saat orasi di depan kantor MUI, Jakarta Pusat.

Menurut Arif, penyandang disabilitas marah atas pernyataan Ma'ruf. Maka itu melalui komunitas yang diklaimnya telah berdiri sejak 2009 itu, bergerak untuk menuntut Ma'ruf minta maaf. Jika tidak, bakal menempuh jalur hukum.


"Kami dari PASTI beri batasan waktu 8 hari dari sekarang untuk memohon maaf untuk kaum disabilitas," katanya.

Pantauan merdeka.com di lokasi, sembilan peserta aksi membawa poster berbunyi kecaman terhadap Ma'ruf. Dengan foto Ma'ruf yang dicoret bagian mata dan kuping. Aksi rencananya dilanjutkan ke Komnas HAM namun urung dilakukan. Mereka hanya kurang 30 menit berorasi.

Saat menjalankan orasi, beberapa petugas MUI meminta aksi berhenti. Namun, seorang pria langsung meladeni petugas itu. Kepada merdeka.com, salah seorang satpam MUI mengatakan bahwa pria tersebut mengaku bukan koordinator lapangan aksi tapi hanya wartawan. Saat konfirmasi ke polisi di lokasi, aksi ini memang belum memberikan pemberitahuan ke Polsek setempat.

Sementara itu, PASTI mengaku sama sekali tidak terafiliasi dengan partai politik atau kubu pendukung pasangan calon. Mereka hanya ingin kampanye tidak diisi dengan perkataan yang menyinggung, khususnya kepada penyandang disabilitas.

"Kami mendukung politik siapapun," ucap salah seorang anggota PASTI Yogi Matsoni.

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...