logo

'Diancam' Jeweran Amien Rais, Haedar Nashir Tak Goyah

'Diancam' Jeweran Amien Rais, Haedar Nashir Tak Goyah

DEMOKRASI - Amien Rais mengatakan akan 'menjewer' Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir jika kader dipersilakan menentukan pilihan sendiri pada Pilpres 2019. Amien ingin Muhammadiyah bersikap.

"Di tahun politik, tidak boleh seorang Haedar Nashir memilih menyerahkan ke kader untuk menentukan sikapnya di pilpres. Kalau sampai seperti itu, akan saya jewer," kata Amien saat Tabligh Akbar dan Resepsi Milad Ke-106 Masehi Muhammadiyah di Islamic Center Surabaya, Selasa (21/11).

Amien tak mau PP Muhammadiyah membiarkan atau tidak punya sikap yang jelas dalam menentukan sosok presiden yang akan memimpin Indonesia pada periode 2019-2024. Dia ingin sikap secara organisasi ini ditentukan sebelum hari pencoblosan 17 April 2019.

"Sekali lagi, kalau sampai itu dilakukan, akan saya jewer. Pemilihan presiden ini menentukan satu kursi dan jangan sampai bilang terserah," kata mantan Ketua MPR tersebut.

Haedar Nashir akhirnya memberi respons atas pernyataan Amien. Haedar mengatakan Muhammadiyah tetap akan pada tujuan dasar (khitah) untuk menjaga jarak dengan politik praktis.

"Jawaban saya sama. Tidak ada yang berubah dari Muhammadiyah, dan tidak akan pernah berubah Muhammadiyah berdiri di atas kepribadian dan khitahnya untuk tetap mengambil jarak dari pergumulan politik praktis," jelas Haedar setelah menghadiri pembukaan Muktamar XVII Pemuda Muhammadiyah di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Bantul, DI Yogyakarta, Senin (26/11/2018).

Dia menegaskan sikap Muhammadiyah tak berubah sejak awal didirikan KH Ahmad Dahlan hingga kini. Dan sikap itu akan terus dipegang Muhammadiyah.

"Tidak ada yang baru dari Muhammadiyah, jadi setiap periode sejak Kiai Dahlan sampai kapan pun bahwa Muhammadiyah berdiri di atas kepribadian dan khitahnya. Jadi itu sudah prinsip Muhammadiyah dan tidak ada yang berubah," tegas Haedar.

Sebelumnya, tiga bulan lalu, Haedar Nashir menyampaikan pesan kepada segenap warga Muhammadiyah dalam menghadapi Pemilu 2019. Haedar meminta warga Muhammadiyah bersikap arif menghadapi perbedaan pilihan politik.

"Perbedaan pilihan politik juga menjadi hak warga Muhammadiyah. Tetapi jangan saling menyalahkan, menghujat, dan menyudutkan pihak yang berbeda. Lebih-lebih dengan menggunakan dalih agama dan atas nama Muhammadiyah," kata Haedar dalam pernyataan tertulis yang diterima detikcom, Jumat (24/8).

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...