logo

Disebut Pakai Strategi Babat Alas, Ini Respons Timses Jokowi

Disebut Pakai Strategi Babat Alas, Ini Respons Timses Jokowi

DEMOKRASI - Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Karding tak sependapat dengan pengamat politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio yang menilai Jokowi menggunakan strategi 'babat alas'. Menurut Karding, banyaknya tokoh yang bergabung karena puas dengan kinerja Jokowi.

"Menanggapi analisis dan pengamatan dari Mas Satrio, saya melihat bahwa dukungan banyak tokoh, kemudian kepala daerah, tokoh agama, dan juga tokoh media itu bukan lah sesuatu yang dapat kita sebut strategi babat alas. Dukungan itu datang karena memang kinerja Pak Jokowi di apresiasi oleh tokoh-tokoh tersebut," kata Karding, saat dihubungi detikcom, Kamis (8/11/2018) malam.

Karding menuturkan, alasan lain mengapa Jokowi memiliki banyak pendukung yakni rekam jejak Jokowi. Misalnya tak terlibat masalah HAM dan korupsi.

"Di samping itu tentu orang berpandangan bahwa dengan Pak Jokowi ini harapan mereka soal Indonesia itu bisa di wujudkan, satu contoh misalnya Pak Yusril menyebut bahwa beliau bergabung dengan suka rela tidak dibayar sebagai pengacara profesional," ucap Karding.

Disamping itu, ia menilai jika ada tokoh yang terpaksa mendukung Jokowi karena diancam atau alasan lainnya, lambat laun akan diketahui publik. Oleh karenanya ia menilai Jokowi didukung pendukungnya secara ikhlas.

"Kalau Pak Jokowi banyak yang dukung itu memang orang mau dukung dengan faktor yang di atas, bukan di enginerging oleh Pak Jokowi bahwa ini harus diambil, ini harus diambil dan sebagainya. Sekali lagi saya lebih suka mengartikan bahwa dukungan ini karena memang mereka semua secara ikhlas memberikan dukungan terhadap pak Jokowi," imbuhnya.

Sebelumnya, Hendri Satrio menilai Jokowi menggunakan strategi 'babat alas' dalam menghadapi Prabowo Subianto. Jokowi disebut menyerap semua kekuatan politik demi memuluskan kemenangannya pada Pilpres 2019.

"Bergabungnya tokoh-tokoh penting ke kubu Jokowi ini ibaratnya persaingan dua tim sepakbola. Tim sepakbola yang satu ini merekrut semua pemain terbaik supaya semata-mata tim lain tidak memiliki tim yang bagus, sehingga mudah dikalahkan," kata Hendri, Kamis (8/11/2018).

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...