logo

Gerindra Heran Megawati Ngaku Tak Pernah Dengar Program Prabowo

Gerindra Heran Megawati Ngaku Tak Pernah Dengar Program Prabowo

DEMOKRASI - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengaku tak pernah mendengar program 'pihak sana' selama masa kampanye saat ini. Partai Gerindra heran dengan pernyataan Mega.

Anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra Andre Rosiade menegaskan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno selalu berbicara program saat bertemu masyarakat. Karena itu, dia bingung jika Mega mengaku tak pernah mendengar program-program pasangan capres-cawapres nomor urut 02 itu.

"Di mana-mana Pak Prabowo dan Bang Sandi selalu bicara 3 hal soal bagaimana pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan pekerjaan dan juga memastikan harga-harga kebutuhan terjangkau bagi emak-emak di Indonesia. Itu kan jelas program konkret, 3 hal itu yang menjadi program utama dari Pak Prabowo dan Bang Sandi," kata Andre saat dihubungi, Kamis (15/11/2018).

"Ini kan program yang menjadi program utama dan disampaikan oleh Pak Prabowo dan Bang Sandi ke manapun beliau bertemu masyarakat kan. Aneh kalau Bu Megawati nggak pernah mendengar itu," ucap Andre.

Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi itu menegaskan Prabowo-Sandi komit membenahi ekonomi bangsa yang dianggapnya sedang bermasalah. Prabowo-Sandi, lanjut Andre, tak pernah bikin gaduh bangsa.

"Pak Prabowo, Bang Sandi fokusnya soal ekonomi kok, tidak pernah menimbulkan kegaduhan," tegas Andre.

Sebelumnya diberitakan, saat memberikan sambutan di sekolah partai untuk caleg PDIP di Kantor DPP PDIP, Mega menyinggung kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Ia mengaku selama kampanye ini belum pernah mendengar apa saja program rival petahana Joko Widodo-Ma'ruf Amin itu. Awalnya, Megawati berbicara soal kerapnya serangan pihak lawan kepada Jokowi selama ini.

"Saya bilang kenapa di pihak sana tidak juga mengatakan program saya adalah ini, saya belum pernah dengar lho, apa yang akan dilakukan, menjalankan program seperti apa saya ndak tahu?" ujar Megawati.

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...