logo

Gerindra: Kalau Ada Kerinduan Kembalikan Orde Baru Silakan Tanya Bu Titiek

Gerindra: Kalau Ada Kerinduan Kembalikan Orde Baru Silakan Tanya Bu Titiek

DEMOKRASI - Ketua Dewan Pembina Partai Berkarya Titiek Soeharto terus mengungkit zaman Orde Baru dan menyebut keberhasilan era Presiden kedua Soeharto akan kembali tercapai jika Prabowo Subianto terpilih menjadi orang nomor satu di republik ini.

Merespons itu, Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani menjelaskan, Prabowo ingin melakukan swasembada pangan yang sempat dilakukan Soeharto. Bukan mengembalikan sistem orde baru yang otoriter.

"Yang hendak dilakukan oleh Pak Prabowo jika rakyat memilih beliau sebagai presiden, tentu saja semangat ini yang akan kita kembalikan, semangat bagaimana kita memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan pangan sendiri, baik pangan dalam arti konvensional, seperti padi ataupun lainnya," katanya di kediaman Prabowo, Jl Kertanegara IV, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (19/11).

Orientasi swasembada ini, kata Muzani yang akan diubah untuk peningkatan produksi dalam negeri di bidang pangan. Sehingga ketergantungan negara kepada impor yang bisa menguras devisa dan bisa mengganggu neraca pembayaran bisa teratasi.

"Ketergantungan kita kepada impor sekarang ini masih lumayan tinggi. Kalau stok beras itu minus atau menunjukkan angka menurun, kemudian kita buru buru impor," sambungnya.

Muzani melanjutkan, sejak Presiden Soeharto mengambil alih pemerintahan dari Presiden Soekarno, negara selalu kekurangan stok pangan dalam sekian dekade silam. Maka dari itu, Presiden Soeharto saat memimpin negara melakukan gebrakan hingga mencapai swasembada pangan.

"Kemudian secara bertahap melakukan berbagai macam tahapan pembangunan di bidang pertanian, mencetak sawah baru, membangun waduk, ekstensifikasi, intensifikasi, termasuk bangun pabrik pupuk yg besar, sampe kemudian pada tahun '84, kemudian Indonesia dinyatakan swasembada pangan," paparnya.

Kemudian, kata Muzani, jumlah produksi pangan yang dihasilkan oleh Indonesia saat itu telah mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri, dan lembaga pangan dunia FAO (Food Agriculture Organization) memberikan penghargaan pada Presiden Soeharto atas pencapaian prestasi itu.

"Kita memiliki kemampuan memenuhi kebutuhan pangan sendiri, termasuk buah buahan, sayur sayuran, sehingga ketergantungan kita kepada impor tidak terlalu menjadi sebuah kebutuhan. Karena kita akan terus mengandalkan produksi dalam negeri," ujarnya.

"Yang artinya apa, kita punya kemampuan, kita punya tanah yang luas, subur, petani kita trampil, itu yang kita kapitalisasi sebagai kekuatan pangan kita. Jadi berdikari, trisakti itu kata bung Karno kan, kemandirian di bidang pangan, ini yang mau kita terus gelorakan," tutur Muzani.

Muzani kembali menekankan, Prabowo hanya ingin menerapkan semangat swasembada. "Semangatnya seperti yang saya jelaskan ya, semangatnya itu dan saya kira Ibu Titiek putri Pak Harto, kalau ada kerinduan untuk mengembalikan orde baru silakan tanya Bu Titiek," ujarnya.

Di sisi lain, kata Muzani, dalam setiap rezim ada kebaikan dan keburukan. Mulai dari pemerintahan Bung Karno, Soeharto, BJ habibie dan seterusnya. Jika ada yang baik perlu dilanjutkan dan yang buruk tidak.

"Yang dari Bung Karno adalah tekad untuk melakukan kemandirian Trisakti, sampai sekarang semangat itu harus kita gelorakan. Pak Prabowo beberapa kali ingin menghidupkan suasana Trisakti sebagai sebuah semangat," pungkas Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi itu.

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...