logo

Gigihnya Upaya PKS Rebut Kursi Wagub DKI

Gigihnya Upaya PKS Rebut Kursi Wagub DKI

DEMOKRASI - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tetap yakin mendapatkan kursi wakil gubernur DKI Jakarta sepeninggal Sandiaga Uno. PKS sampai memberikan ancaman mematikan mesin parpol hingga mempertanyakan gentlement's agreement Ketum Gerindra yang juga capres, Prabowo Subianto.

Pasalnya kini, siapa sosok yang mengisi sebagai DKI-2 masih belum diputuskan secara final. Alih-alih Gerindra DKI sudah menyorongkan nama M Taufik. Namun semuanya tetap harus dibawa ke paripurna DPRD DKI.

PKS-Gerindra pun masih memperebutkan jabatan lowong ini. Bahkan ada kemungkinan mesin PKS DKI mati jika kader kecewa terkait polemik kursi DKI-2. Ini dinyatakan oleh Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Abdurrahman Suhaimi.

"Jadi mesinnya partai itu kan kader. Kalau kadernya kecewa, dia akan mengekspresikannya berbeda. Kekecewaan itu sudah terasa di bawah. Kalau kader pada kecewa, otomatis mesin partai mati, tuh. PKS kan partai kader," kata Abdurrahman Suhaimi kepada wartawan di Jakarta, Selasa (30/10).

Elite PKS lainnya, Al Muzzammil Yusuf yang menjabat sebagai Ketua DPP, berharap keputusan yang menjabat sebagai wagub DKI tidak bertele-tele. Muzzammil berharap penyelesaian kesepakatan itu disegerakan.

"Tentu lebih cepat lebih baik, tidak bertele-tele, karena sudah tidak ada masalah yang berarti. Kesegeraan itu juga menjadi bukti kesadaran PKS dan Gerindra untuk menyukseskan kepemimpinan DKI sebagai bagian dari kepemimpinan nasional yang akan turut menghadirkan Indonesia yang lebih baik, adil-makmur ke depan sebagai janji Prabowo-Sandi," ujar Muzzammil kepada wartawan, Kamis (1/11).

"Saya yakin Pak Prabowo, yang punya pengalaman panjang dalam dunia militer dan politik, sangat paham sekali tentang makna gentlement's agreement dan soliditas sekutu dalam perjuangan. Sebagaimana kami pun sangat paham betul pentingnya memenangkan Prabowo-Sandi pada 2019," ujar Muzzammil.

Sedangkan Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid (HNW) menganggap wajar apabila ada suara bernada 'ancaman' dari PKS DKI. Namun dia menegaskan PKS tetap solid memenangkan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019. Karena itu, HNW berharap Prabowo dapat mewujudkan komitmen soal kursi Wagub DKI demi memuluskan kemenangan.

"Misalnya kalau Anda dijanjikan dan sudah berlarut-larut gimana, kecewa nggak?" kata Hidayat di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (1/11).

Gerindra sebelumnya sudah angkat bicara terkait polemik ini. Sebagai mitra koalisi di Pilgub DKI 2017 dan Pilpres 2019, Gerindra meminta PKS tidak perlu menebar ancaman. Untuk tetap menjaga 'mesin' Prabowo-Sandi di DKI, Gerindra meminta urusan kursi wagub DKI tinggal disampaikan antar-pimpinan DPP Gerindra dan DPP PKS.

"Saya rasa urusan Wagub DKI ini kan sebenarnya nggak perlu saling ancam. Putusan itu kan di tangan Pak Prabowo ya. Tinggal dibicarakan dengan Pak Prabowo, Pak Sohibul dengan Pak Salim. Nggak usah saling ancam," kata anggota Badan Komunikasi Partai Gerindra, Andre Rosiade saat dihubungi, Rabu (31/10).

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...