logo

Mahasiswa UGM Terduga Pemerkosa Tidak di Drop Out

Mahasiswa UGM Terduga Pemerkosa Tidak di Drop Out

DEMOKRASI - Mahasiswa UGM terduga pemerkosa, berinisial HS, dari Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta bakal disanksi oleh pihak kampus. Namun pemberian sanksi tersebut bukan berupa sanksi Drop Out (DO).

Kepala Bagian Humas dan Protokol UGM, Iva Ariani mengungkap alasan mengapa terduga pelaku tidak di drop out. Kata dia, tindakan yang dilakukan pihak kampus, saat itu sesuai dengan rekomendasi dari tim investigasi independen yang dibentuk.
Salah satunya yaitu penarikan HS dari Kuliah Kerja Nyata (KKN). Kemudian ia diikutkan kembali pada program KKN 2018 ini. “Sanksi HS saat itu langsung ditarik dari KKN, terus KKN 2018,” kata dia.

Dikatakannya, HS saat ini juga belum lulus, meski kewajiban administrasi akademiknya sudah selesai. Ia masih mendapatkan pendamping psikologis terkait kasus itu.

Untuk sanksi tersebut pun baru akan diberlakukan apabila yang bersangkutan terbukti melakukan kekerasan seksual terhadap rekan KKN-nya dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol).

“Jika terbukti melakukan tindak pidana pasti akan ada sanksi tegas secara akademik,” kata Iva.

Untuk diketahui, HS diduga melakukan tindak pelecehan seksual terhadap rekannya saat KKN di Seram, Provinsi Maluku pada 2017 lalu.

Saat ini, baik terduga pelaku maupun korban masih mendapatkan pendampingan psikologi. Dalam waktu dekat pihak kampus juga akan menemui yang bersangkutan.

© DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...