logo

Ma'ruf Amin Ditolak, Ponpes-PCNU Garut Minta Tak Dipolitisasi

Ma'ruf Amin Ditolak, Ponpes-PCNU Garut Minta Tak Dipolitisasi

DEMOKRASI - Rencana kehadiran Ma'ruf Amin di Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Muwahhidin Garut ditolak pengurus lantaran ponpes memiliki agenda lain. Pihak ponpes dan Nahdlatul Ulama (NU) Garut minta permasalahan itu tidak dipolitisasi.

Asep Zaki, Wakil Pimpinan Ponpes Darul Muwahhidin, mengatakan penolakan terhadap kedatangan Ma'ruf yang datang sebagai Mukhtasar (penasihat) PBNU itu murni karena para pimpinan ponpes berhalangan hadir.

"Kami tidak menolak silaturahmi beliau ke pesantren Darul Muwahhidin, cuman bertepatan, betul-betul, pak kiai (pimpinan ponpes) sudah ada agenda yang sebelumnya direncanakan," ujar Asep di kantornya, Jalan Pembangunan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Kamis (29/11/2018).

Dia mengungkapkan tidak ada kaitannya antara penolakan Ma'ruf dengan urusan dukungan di Pilpres 2019. Asep menegaskan Darul Muwahhidin selalu netral dan berada di tengah dalam pandangan politiknya.

"Insya Allah Darul Muwahhidin tidak terkait dengan kegiatan politik praktis. Siapa pun yang datang untuk bersilaturahmi kami terima," kata Asep.

Dihubungi terpisah, Sekretaris PCNU Garut Deni Rangga Jaya mengutarakan hal senada dengan Asep. Dia meminta masyarakat tidak mempolitisasi permasalahan ini.

"Jangan dibenturkan dengan hal-hal demikian (politik)," ucap Deni.

Ia memastikan kedatangan Ma'ruf ke Garut hanya untuk bersilaturahmi dengan tokoh-tokoh NU di Garut. Selain itu, Deni menjelaskan, penolakan yang diutarakan Ponpes Darul Muwahhidin murni karena para pemimpinnya berhalangan hadir.

"Ma'ruf Amin datang sebagai Mukhtasar (penasihat) PBNU, bukan sebagai Cawapres," ujar Deni.

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...