logo

Megawati Ingin Pensiun, Seperti Apa Masa Depan PDIP?

Megawati Ingin Pensiun, Seperti Apa Masa Depan PDIP?

DEMOKRASI - Keinginan Megawati Soekarnoputri pensiun sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan mengejutkan banyak pihak.

Akan tetapi, keinginan itu juga dinilai menjadi sebuah keputusan yang cukup baik. Pasalnya, ia dinilai memiliki sikap legowo.

Namun di sisi lain, hal itu juga memunculkan spekulasi dan nasib PDIP di masa mendatang.

Demikian diungkap pengamat politik dari Universitas Padjajaran, Idil Akbar, Jumat (16/11/2018).

“Namun yang jadi sorotan siapa yang pantas gantikan Mega? Dan apakah bisa membuat PDIP lebih baik atau terpuruk?” katanya.

Untuk diketahui, Megawati sudah menjabat Ketua Umum PDIP sejak partai tersebut masih bernama PDI pada 1993.

Kursinya sempat digoyang oleh Soerjadi lewat Kongres Luar Biasa PDI 1996.

Namun, Megawati tidak menerima hasil kongres itu dan akhirnya PDI di bawah kepemimpinannya berubah nama menjadi PDI Perjuangan.

Sejak saat itu, kursi Megawati tidak pernah goyah yang sekaligus mengukuhkannya sebagai orang nomor satu di partai berlambang banteng mocong putih itu selama 25 tahun.

“Legowonya Mega ini tampaknya didasari hal lain, di luar konteks faktor usia dan regenerasi di tubuh PDIP,” jelas Idil.

Seperti diberitakan PojokSatu.id sebelumnya, keinginan Megawati Soekarnoputri pensiun itu diutarakannya saat memberikan pidato sambutan pembekalan caleg di DPP PDIP, Jakarta, Kamis (15/11) malam.

Ia merasa, di umurnya yang menginjak 71 tahun, perlu regenerasi di tingkat pimpinan partai berlambang banteng moncong putih itu.

“Saya sudah sekian lama berharap diganti, karena umur saya yang sudah plus 17 (71 tahun),” ujar Megawati.

Di sisi lain, Megawati tak menyangka, di usia senjanya, ia masih dipercaya memegang jabatan di pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) sebagai Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

“Padahal umur saja sudah 71 tapi malah ditambahi tugas ideologi Pancasila,” katanya.

Presiden ke-5 Indonesia ini pun berseloroh dirinya adalah tokoh yang paling lama menjabat sebagai ketua umum partai politik di Indonesia.

Ketua umum di partai-partai lain selalu berganti.

“Memang kalau dilihat perjalanan politik sudah cukup lama. Saya ketum parpol paling senior karena sekian lama belum diganti-ganti. Padahal sudah berharap diganti,” ungkapnya.

Selain itu Megawati juga menyoroti kurangnya perempuan di kancah perpolitikan di Indonesia.

Sehingga Megawati merasa kesepian karena sangat kurangnya perempuan yang ingin berpolitik.

“Jadi, saya makin hari makin kesal pada diri saya sendiri. Mengapa mereka tidak mau menjadi tokoh politik seperti saya,” pungkasnya.

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...