logo

Moeldoko soal Reuni 212: Masyarakat Takut Hadapi Situasi Tersebut

Moeldoko soal Reuni 212: Masyarakat Takut Hadapi Situasi Tersebut

DEMOKRASI - Reuni Aksi 212 akan digelar hari Minggu besok. Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengimbau aksi tersebut tidak menebar ketakutan di masyarakat.

"Ya kami belum lihat ya niatnya. Tapi intinya, masyarakat janganlah masyarakat menjadi takut. Karena saya sudah mendengar dari berbagai komunitas, takut menghadapi situasi-situasi seperti itu. Untuk apa melakukan hal-hal yang pada akhirnya justru memunculkan rasa takut. Yang saya lihat seperti itu," ujar Moeldoko di Istana Kepresidenan, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (29/11/2018).

Rencananya, akan ada pengibaran sejuta bendera tauhid pada Reuni Aksi 212. Moeldoko pun mengimbau aksi tersebut dipikir ulang untuk diselenggarakan.

"Ya di situ, masyarakat kita itu melihat bendera hitam sudah ketakutan. Kenapa kita mesti menebarkan rasa takut kepada masyarakat kan begitu. Secara psikologis itu yang dihadapi masyarakat. Imbauan saya ya perlu dipikirkan ulang kegiatan-kegiatan yang justru tidak membawa rasa damai kan begitu," ucapnya.

Presiden Joko Widodo sebenarnya turut diundang menghadiri Reuni Aksi 212. Namun, Moeldoko belum mengetahui perihal undangan tersebut.

"Saya belum tahu persis ya. Undangannya mungkin dikirim ke Mensesneg. Saya nggak tahu," kata Moeldoko.

Reuni 212 akan berlangsung di Monas, Jakarta Pusat pada Minggu (2/12). Ketua Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) Slamet Ma'arif mengatakan reuni aksi 212 tidak jauh berbeda dengan aksi tahun 2016.

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...