logo

OTT Hakim PN Jaksel, KPK Minta MA Evaluasi Total

OTT Hakim PN Jaksel, KPK Minta MA Evaluasi Total

DEMOKRASI - KPK meminta Mahkamah Agung mengevaluasi tata kelola peradilan. Permintaan tersebut tak terlepas dari operasi tangkap tangan (OTT) KPK terhadap dua hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Iswahyu Widodo dan Irwan.

"Kami akan terus berkoordinasi dengan jajaran MA. Sebetulnya kami mengharapkan ada evaluasi terkait tata kelola peradilan, misalnya bagaimana prosedur penanganan perkara para pihak, interaksi dengan aparat pengadilan, ingin ada evaluasi," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (28/11/2018).

Keberhasilan KPK menangkap hakim yang terlibat tindak pidana korupsi bukan kali ini saja. KPK menilai ada masalah terkait integritas para 'wakil Tuhan' itu di Tanah Air.

"Menurut kami, terkait masalah integritas hakim tersebut, secara umum masalah integritas tidak hanya menyangkut hakim, tapi kepala daerah juga rasanya lebih sering kena OTT. Masalahnya pada integritas juga," terang Alexander.

Sebelumnya, KPK menetapkan dua hakim PN Jaksel, Iswahyu Widodo dan Irwan, sebagai tersangka dugaan suap terkait perkara perdata, yakni akuisisi PT Citra Lampia Mandiri oleh PT Asia Pacific Mining Resources yang digelar di PN Jaksel. Keduanya diduga telah menerima suap Rp 150 juta dan dijanjikan Rp 500 juta dari pihak penggugat, Arif Fitrawan.

Uang Rp 150 juta itu diterima Widodo dan Irwan dari Arif melalui perantara Muhammad Ramadhan, yang merupakan panitera di PN Jaktim. Duit Rp 150 juta itu diberikan untuk mempengaruhi putusan sela agar tidak putus NO, yang sudah diketok pada Agustus 2018.

Widodo dan Irwan juga dijanjikan duit Rp 500 juta. Duit tersebut untuk mempengaruhi putusan yang dijadwalkan diketok pada Kamis (29/11).

Saat KPK menangkap Ramadhan pada Selasa (27/11), ditemukan duit SGD 47 ribu atau setara dengan Rp 500 juta. Ramadhan diketahui pernah menjadi panitera PN Jaksel sebelum akhirnya pindah ke PN Jaktim.

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...