logo

PAN Ajak Sudahi Gimik Belanja di Pasar: Ayo Debat Kebijakan Ekonomi

PAN Ajak Sudahi Gimik Belanja di Pasar: Ayo Debat Kebijakan Ekonomi

DEMOKRASI - PAN menjawab pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal adanya pihak yang menakut-nakuti orang dengan isu harga mahal, meski tidak pernah belanja ke pasar tradisional. Menurut PAN, sudah saatnya gimik belanja di pasar disudahi.

"Sudahlah, jangan kita bergimik ria soal belanja di pasar. Ayo kita debat substansi kebijakan, yang hemat saya lebih bermanfaat," kata Wakil Ketua Dewan Kehormatan PAN, Dradjad Wibowo, kepada wartawan, Sabtu (24/11/2018).

Alasannya, menurut Dradjad, tiap pasangan capres-cawapres pun tidak pernah belanja ke pasar. Karena itu, ia menyarankan paslon mulai berbicara soal kebijakan ekonomi.

"Saya rasa dalam kehidupan sehari-hari, baik Pak Jokowi, Mas Bowo, Pak Ma'ruf, dan Mas Sandi semuanya sama-sama tidak belanja sendiri ke pasar, baik ke supermarket modern maupun pasar tradisional. Biasanya kan asisten rumah tangga (ART) yang belanja. Mungkin bagi yang tidak memakai jasa ART, salah satu dari suami atau istri yang belanja," tuturnya.

Ia kemudian berbicara soal kegagalan pemerintah Jokowi-Jusuf Kalla dalam menjaga stabilitas harga di pasar. Dradjad mencontohkan harga cabai yang sempat melonjak.

"Faktanya, tim ekonomi pak Jokowi memang beberapa kali gagal menjaga stabilitas harga. Dalam periode Desember 2017-Januari 2018 misalnya, harga cabai rawit merah pernah melonjak dari Rp 32.000/kg menjadi Rp 65.000/kg. Itu di Pasar Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Hoax? Bukan. Yang melaporkan adalah detikfinance tanggal 5 Januari 2018. Pada awal Januari 2017 harga cabai rawit merah malah meroket di Rp 120.000/kg," papar Dradjad.

"Komoditi pangan lain sama. Turbulensi harganya sangat tinggi. Beras yang dijanjikan swasembada juga melonjak harganya pada saat periode puncak panen Januari 2018," lanjut dia.

Namun, sebut Dradjad, beruntung kondisi itu tidak diperparah dengan angka konsumsi rumah tangga yang cenderung stagnan.

"Untung saja sejak 2015 hingga awal 2018, pertumbuhan konsumsi rumah tangga stagnan di bawah 5%. Hanya sekali mencapai 5,01%, yaitu tahun 2016. Sehingga, tidak terjadi demand-pull inflation yang serius. Jadi saya ulangi ajakan saya sebelumnya, ayo debat kebijakan ekonomi," sebutnya.

Sebelumnya diberitakan, Jokowi meminta jangan ada pihak yang menakut-nakuti masyarakat dengan isu harga mahal di pasar tradisional. Capres nomor urut 01 itu lalu menyindir pihak yang 'menggoreng' isu harga kebutuhan mahal namun tak pernah datang ke pasar.

"Orang nggak pernah ke pasar, nongol-nongol ke pasar, keluarnya ngomong mahal. Nggak pernah ke pasar. Nggak mungkin orang superkaya datang tahu-tahu datang ke pasar, nggak mungkinlah. Datang ke pasar, nggak beli apa-apa, pas keluar bilang mahal, mahal, mahal. Haduuh...," ujar Jokowi saat memberikan arahan di depan TKD Jokowi-Ma'ruf di Graha Wangsa, Bandar Lampung, Sabtu (24/11).

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...