logo

Pembunuh Pasutri Tulungagung Idap Gangguan Jiwa, Proses Hukumnya?

Pembunuh Pasutri Tulungagung Idap Gangguan Jiwa, Proses Hukumnya?

DEMOKRASI - Polres Tulungagung memastikan Matal (60), pelaku pembunuhan pasutri di Bangoan, Tulungagung, beberapa waktu lalu mengalami gangguan jiwa. Lantas bagaimana proses hukumnya ?

Kasatreskrim Polres Tulungagung, AKP Mustijat Priyambodo mengatakan kepastian itu didapatkan setelah pihaknya menerima hasil pemeriksaan kejiwaan yang dilakukan oleh dokter spesialis di Rumah Sakit Bhayangkara Tulungagung. Dalam diagnosa ahli kejiwaan, Matal ditengarai mengidap gangguan jiwa berat skizofrenia paranoid.

"Jadi kami pastikan dia mengalami gangguan jiwa berat yakni skizofrenia paranoid. Dia itu mengalami delusi dan halusinasi, sehingga dia mengalami ketakutan yang berlebih dan seolah-olah ada bisikan atau melihat hal yang tidak nyata," kata Kasatreskrim saat dihubungi, Rabu (28/11/2018).

Meski dinyatakan positif gangguan jiwa, namun penyidik tetap melanjutkan proses hukum terhadap tersangka. Sedangkan saat ini tersangka masih dalam penahanan di Polres Tulungagung.

"Kami tetap melanjutkan proses hukum sampai pengadilan, nanti hakim yang akan memutuskan apakah yang bersangkutan dibebaskan atau harus dipenjara. Hasil pemeriksaan kejiwaan akan ikut kami lampirkan dalam penyidikan," jelasnya.

Mustijat menambahkan, terkait kondisi kejiwaan itu, pihaknya secepatnya akan membawa tersangka Matal ke Rumah Sakit Jiwa Malang guna mendapatkan perawatan dan penanganan yang semestinya.

"Jadi hasil pemeriksaan kejiwaan itu juga akan kami jadikan dasar untuk melakukan pembantaran guna dilakukan proses pengobatan di rumah sakit," jelas perwira pertama ini.

Matal membantai pasutri, Barno (75) dan istrinya Musini (65) warga Desa Bangoan Kecamatan Kedungwaru Tulungagung dengan cara di gorok menggunakan sebilah parang. Akibatnya kedua korban mengalami luka serius dan tewas di lokasi kejadian.

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...