logo

Prabowo Nilai PKS Genit Soal Wagub DKI

Prabowo Nilai PKS Genit Soal Wagub DKI

DEMOKRASI - Perebutan kursi wakil gubernur (Wagub) DKI Jakarta tak perlu dibiki ribet.Karena sudah ada aturan yang mengatur mekanisme pemilihan orang nomor dua di ibukota menggantikan Sandiaga Uno.

"Pemilihan wagub jangan dibikin gaduh. Ikuti saja aturan atau undang-undang yang berlaku," kata Wakil Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI Jakarta, Prabowo Soenirman, Rabu (31/10).

Mekanisme pengisian kekosongan jabatan wakil gubernur DKI Jakarta itu diatur dalam Pasal 176 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah.

Bunyinya, "Dalam hal wakil gubernur DKI Jakarta berhenti karena permintaan sendiri, pengisian wakil gubernur DKI Jakarta dilakukan melalui mekanisme pemilihan oleh DPRD Provinsi DKI Jakarta berdasarkan usulan dari partai politik atau gabungan partai politik pengusung."

"Jadi, partai politik atau gabungan partai politik pengusung mengusulkan dua orang calon wakil gubernur DKI Jakarta melalui gubernur DKI Jakarta untuk dipilih dalam rapat paripurna DPRD DKI Jakarta," terang Prabowo.

Prabowo menilai PKS DKI sangat nernafsu melihat kursi kosong wagub DKI, sehingga kerap membuat gaduh publik.

"PKS partai Islam dan besar. Tapi, kok genit banget. Jangan terlalu genit lah PKS,” cetus Prabowo.

Menurut Prabowo, partai berlambang burung garuda selama ini sangat terbuka ruang komunikasinya dengan PKS untuk membahas wagub DKI.

Buktinya pada Senin (5/11) mendatang, DPD Partai Gerindra DKI mengundang partai berlambang padi dan kapas itu ke kantor DPD Partai Gerindra DKI.

Nanti, akan dibahas mencari titik temu sesuai UU partai pengusung sodorkan masing-masing nama.

Prabowo mengungkapkan, sebagai anggota dewan dan pimpinan partai tidak elok mencontohkan kepada rakyat menerjang aturan.

"Itu tak baik. Makanya, saya anggap nafsu PKS, saya anggap genit,” pungkas Prabowo.

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...