logo

Saat Kaum Hawa Bantu Partai Demokrat Kuasai DPR AS

Saat Kaum Hawa Bantu Partai Demokrat Kuasai DPR AS

DEMOKRASI - Setidaknya ada 95 perempuan yang berhasil meraih kursi di House of Representatives atau DPR Amerika Serikat selama pemilu paruh waktu yang digelar Selasa lalu.

Diwartakan VOA News, Rabu (7/11/2018), Partai Demokrat yang pada akhirnya dapat menguasai DPR seusai "puasa" selama delapan tahun tercapai berkat kaum Hawa.

Menurut CNN, ada 98 perempuan yang diproyeksikan berada di DPR dengan 84 orang di antaranya berasal dari Partai Demokrat, dan sisanya Partai Republik.

Pusat Perempuan dan Politik Amerika di Rutgers University mencatat, hampir 80 persen dari perempuan yang berkompetisi memperebutkan posisi di DPR berasal dari Partai Demokrat.

Rekor baru ditorehkan selama penyelanggaraan pemilu paruh waktu AS, yaitu 237 perempuan menjadi kandidat.

Kemenangan perempuan meningkatkan representasi mereka di Kongres melampaui 20 persen untuk pertama kalinya.

Profesor Ilmu Politik dan Direktur Muhlenberg College Institute of Public Opinion mengatakan, peran yang dimainkan perempuan dalam pemilihan ini sesuai dengan harapan.

"Kami melihat peningkatan besar dalam persentase perempuan yang akan berada di dalam DPR," ucapnya.

Perempuan yang turut andil dalam peningkatan persentase itu termasuk dua perempuan Muslim pertama di Kongres, yaitu Ilhan Omar dari Minnesota dan Rashida Tlaib ddari Michigan.

Selain itu, ada Sharice Davids dari Kansas, yang merupakan penduduk asli Amerika pertama yang terpilih di Kongres.

Meski sukses merebut dominasi di DPR, perempuan dari Partai Demokrat tidak mampu meraih hasil yang sama di Senat.

Beberapa perempuan dari Partai Republik memenangkan pemilihan Senat, termasuk Marsha Blackburn menjadi perempuan pertama Tennessee yang berhasil masuk ke Senat.

Ketika Kongres ke-116 bersidang pada Januari mendatang, perempuan akan memiliki lebih banyak kekuatan politik di DPR.

Jajak pendapat CNN menunjukkan 80 persen pemilih mengatakan penting bagi lebih banyak perempuan untuk dipilih.

Terpilihnya perempuan di distrik pinggiran kota yang dikuasai Republik, di mana popularitas Trump telah menurun, memungkinkan Demokrat merebut kembali sebagian kekuasaan di Washington DC.

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...