logo

Sekjen Gerindra soal Yusril: Kami enggak bisa menawarkan banyak

Sekjen Gerindra soal Yusril: Kami enggak bisa menawarkan banyak

DEMOKRASI - Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) yang juga ahli hukum tata negara, Yusril Ihza Mahendra memutuskan menjadi advokat pasangan capres-cawapres Jokowi-Ma'ruf. Sebelumnya Yusril dikenal sebagai tokoh yang kerap mengkritisi pemerintahan Presiden Jokowi. Selain itu pada 2014, Yusril menjadi penasihat hukum Prabowo Subianto.

Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani menyampaikan, pihaknya tetap menghormati pilihan Yusril yang beralih ke kubu Jokowi. Kendati demikian, pihaknya masih berharap PBB tetap mendukung pasangan Prabowo-Sandi.

"Saya berharap Partai Bulan Bintang bisa dukung Prabowo-Sandi. Tapi Pak Yusril kan ketum, sebagai advokat dia berpihak ke sana (Jokowi-Ma'ruf). Tetapi sekali lagi persoalannya sudah selesai ketika Pak Yusril sudah memutuskan ke sana. Tidak perlu ada lagi yang harus dijelaskan panjang lebar. Saya berharap kalau Partai Bulan Bintang belum memutuskan bisa bergabung dengan kami," jelasnya di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (8/11).

Kalau PBB memilih bergabung dan mendukung Prabowo-Sandi, Muzani mengatakan, pihaknya tak bisa menjanjikan banyak hal. Pihaknya hanya mengajak untuk sama-sama berjuang memenangkan Prabowo-Sandi.

Sementara salah satu alasan Yusril memilih Jokowi karena 'take and gift' yang tidak direspons oleh Prabowo. Yusril menganggap Prabowo hanya ingin memenangkan Gerindra, tanpa memikirkan partai koalisi, terlebih sistem pemilu serentak yang akan dihadapi tahun depan.

"Kami enggak bisa menawarkan banyak kecuali bagaimana kita sama-sama berjuang karena sumber daya yang kita miliki juga tidak banyak. Kecuali semangat untuk memperbaiki negara, untuk menyelamatkan, untuk menjaga persatuan, untuk menjaga kebersamaan dan persaudaraan," jelasnya.

Muzani mengatakan, selama ini hubungan Prabowo dengan Yusril baik-baik saja. Komunikasi antara keduanya juga lancar. Namun lebih jauh dia enggan menjelaskan seperti apa hubungan keduanya terakhir belakangan ini.

"Sudah, jangan Yusril lagi yang ditanya," pungkasnya.

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...