logo

Sekjen PDIP: Prabowo Pemimpin yang Tidak Paham Sejarah

Sekjen PDIP: Prabowo Pemimpin yang Tidak Paham Sejarah

DEMOKRASI - PDI Perjuangan menyelenggarakan rapat konsolidasi pemenangan Pilpres dan Pileg di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Sabtu (24/11). Di hadapan para kader banteng, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyinggung capres nomor urut 02, Prabowo Subianto yang ahistoris terkait Palestina.

Hal itu terkait pernyataan Prabowo yang bersikap tidak mempermasalahkan politik luar negeri Australia, yang berencana memindahkan kedutaan besar dari Tel Aviv ke Yerusalem. Hasto mengatakan Jawa Barat menjadi saksi sejarah saat Bung Karno memperjuangkan kemerdekaan bangsa-bangsa di dunia melalui Konferensi Asia Afrika.

"Dengan demikian ketika Prabowo bersikap tak peduli ketika pemerintah Australia mau memindahkan kedubes dari Tel Aviv ke Jerusalem ini adalah pemimpin yang tidak paham sejarah saudara-saudara sekalian," ujar Hasto.

Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf itu kembali menegaskan, bahwa sikap Indonesia, sejak zaman Bung Karno sampai Joko Widodo, menolak keras penjajahan Israel atas Palestina. Hasto menyebut perjuangan Prabowo berbeda dengan Jokowi dan PDIP.

"Padahal tahun 55 saja Bung Karno meminta Palestina itu telah dalam konferensi itu karena kemerdekaan itu hak bangsa Palestina, kita anti penjajahan, kita anti imperialisme kita anti kolonialisme, itu sikap kita," imbuhnya.

Dia mencontohkan, salah satu ketegasan Bung Karno adalah menolak mengikuti olimpiade karena Israel menjadi delegasi.

Selain itu, Hasto juga menyinggung kubu Prabowo yang menggelorakan kembali zaman Orde Baru Presiden Soeharto. Hal itu sebelumnya diungkit oleh Ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya Titiek Hediati Haryadi alias Titiek Soeharto, yang ingin kembali ke zaman Orba.

"Ini api sejarah kalau menggelorakan sejarah yang dilihat api sejarah kepeloporannya jangan belum-belum bicara mendatangkan orde baru rindu pak Harto datang lagi, apa yang dirindukan? korupsinya? kolusinya? nepotismenya? Apakah itu yang dirindukan menimba rakyatnya sendiri, apakah itu yang dirindukan? kemudian membagi kekayaan negara untuk kroninya termasuk keluarganya apa itu yang dirindukan?," katanya.

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...