logo

Sindir Johan Budi, Fahri Hamzah Nilai Jokowi Perlu Jubir yang Bukan Caleg

Sindir Johan Budi, Fahri Hamzah Nilai Jokowi Perlu Jubir yang Bukan Caleg

DEMOKRASI - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menilai, seharusnya Presiden sekaligus Calon Presiden Joko Widodo (Jokowi) memiliki juru bicara kenegaraan. Juru bicara itu, kata dia, harus mengerti isu politik ataupun ekonomi.

"Padahal harusnya juru bicara itu yang ada. Tapi jangan jubir jadi caleg dong, jadi timses. Yang kita omongin ini jubir negara. Pak Jokowi itu adalah kepala negara, kepala pemerintahan," kata Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (27/11).

"Dia sebagai kepala negara perlu juru bicara negara yang bukan caleg, yang bukan orang yang lagi punya beban politik dan konflik kepentingan dalam jabatannya itu. Tapi orang profesional sehingga isu ekonomi dan politik disampaikan ke publik secara jujur apa adanya tanpa beban," sambungnya.

Diketahui, Jokowi memiliki Jubir Kepresidenan yakni Johan Budi. Namun dalam Pemilu 2019, Johan menjadi Caleg dari PDIP.

Fahri menilai, keberadaan juru bicara sangat penting bagi Jokowi. Sehingga Mantan Gubernur DKI Jakarta itu tidak perlu menjelaskan semua permasalahan bangsa sendirian.

"Kemarin penjelasan tentang guru honorer terputus. 'Jangan tanya saya, tanya Menpan,' padahal udah hampir jelaskan ini kan harus ada jubir yang punya data punya pengetahuan tentang proses yang berjalan, yang punya perspektif, yang dia dengar dari presiden tentang apa maunya presiden," ungkapnya.

Tambahnya, dengan ketidak hadiran juru bicara akan merugikan Jokowi. Karena itu, ia menyarankan pada orang terdekat Jokowi untuk membantu memberi batasan-batasan sehingga tidak terlihat partisan.

"Sebab publik itu melihat. Publik kita mulai cerdas. Kok kawan ini sebagai presiden tpi bicaranya kaya sebagai capres, kok partisan. itu harus ada manajemen," ucapnya.

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...