logo

Sodik: Prabowo Pemimpin Sportif, Beda Kelas dengan Jokowi

Sodik: Prabowo Pemimpin Sportif, Beda Kelas dengan Jokowi

DEMOKRASI - Juru Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Sodik Mudjahid, merespons kubu Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin yang khawatir dengan gaya politik minta maaf Prabowo.

Sodik menjelaskan bahwa Prabowo adalah tipe pemimpin sportif dan berorientasi kepada kepentingan rakyat. Menurut dia, untuk kesalahan akibat dibohongi orang lain seperti kasus Ratna Sarumpaet, dan akibat dikerjain orang lain seperti kasus Boyolali, Prabowo tidak segan-segan meminta maaf.

"Namun jika itu ada pihak yang merasa dirugikan Prabowo Subianto tidak segan-segan minta maaf. Dialah Prabowo Subianto pemimpin sportif dan orintasi kepada kepentingan rakyat," kata Sodik, Rabu (14/11).

Sodik menegaskan hal ini berbeda dengan Joko Widodo. Menurut dia, Jokowi yang banyak tidak melaksanakan janji kampanyenya malah ingin maju lagi menjadi presiden 2019. "Bukan minta maaf tapi malah mobilisasi kekuasaan, lakukan (dugaan) pelangggran kampanye, berkata aneh-aneh seperti sontoloyo, genderuwo," kata dia.

Karena itu, Sodik menegaskan sudah jelas bahwa berbeda sekali kelasnya Prabowo dan Jokowi. "Jelas sekali beda kelas Prabowo Subianto dan Jokowi," tegas wakil ketua Komisi VIII DPR itu.

Sebelumnya, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding, menganggap Prabowo-Sandiaga Uno mengajari rakyat untuk gegabah. Hal ini menyusul kerapnya kesalahan fatal pasangan calon tersebut dan dengan mudah meminta maaf.

"Tradisi minta maaf itu sebenarnya baik, dan itu adalah ciri bangsa Indonesia. Tetapi kalau semua tindakan-tindakan politik berdampak besar terutama berdampak negatif, itu hanya selesai dengan minta maaf, saya kira ke depan orang-orang akan banyak berbuat tanpa dipikir, berbuat seenaknya, asal ngomong," kata Karding, Rabu (14/11).

Karding mengatakan, Prabowo - Sandi mengajari masyarakat bersikap tanpa berpikir dampaknya. Hanya meminta maaf kemudian urusan selesai.

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...