logo

Tak Capai Target, Para Karyawan Dipaksa Minum Air Seni dan Makan Kecoa

Tak Capai Target, Para Karyawan Dipaksa Minum Air Seni dan Makan Kecoa

DEMOKRASI - Banyak cara dilakukan para manajer untuk mendorong agar para karyawan memenuhi target yang dibebankan perusahaan.

Namun, apa yang dilakukan tiga manajer di China untuk menggenjot kinerja anak buahnya sungguh berlebihan dan malah mengantar mereka ke penjara.

Bagaimana tidak, para manajer itu memaksa anak buah mereka menenggak air seni, memakan serangga, serta memukuli mereka dengan menggunakan ikat pinggang karena tak penuhi target.

Sejumlah media lokal, Senin (5/11/2018),mengabarkan, ketiga manajer itu ditahan setelah seorang karyawan di sebuah perusahaan di Zunyi, provinsi Guzhou mengunggah penyiksaan itu ke media sosial Weibo pekan lalu.

Dengan menggunakan tagar "karyawan yang gagal memenuhi target dipaksa minum air seni" sudah disaksikan setidaknya 540.000 kali.

Unggahan itu juga memuat sebuah video yang memperlihatkan seorang pria berdiri telanjang dada di tengah sebuah ruangan.

Pria itu kemudian dipukuli seorang pria lain dengan menggunakan ikat pinggang sementara beberapa orang lainnya menyaksikan.

Video itu juga memperlihatkan beberapa orang menenggak cairan berwarna kuning yang diyakini adalah air seni.

Unggahan itu kemudian dihapus, tetapi tangkapan layarnya yang dimuat situs Zunyi Yaowen memperlihatkan pesan singkat yang diyakini berasal dari para manajer.

Lewat pesan itu para manajer mengancam akan memberikan hukuman lebih tegas jika target penjualan yang ditetapkan tidak tercapai.

"Jika target penjualan tidak tercapai pada akhir bulan ini, pemimpin tim harus menyantap tiga ekor kecoa untuk tiap kegagalan penjualan," demikian isi salah satu pesan itu.

Hukuman lainnya termasuk menenggak air cuka atau air toilet, menjual kondom dan pembalut perempuan di jalanan serta kepala mereka digunduli.

Setelah unggahan itu menjadi viral, polisi pun bergerak dan menangkap ketiga manajer itu.

Dua di antara mereka dihukum 10 hari kurungan dan manajer ketiga menginap lima hari di tahanan. Demikian disampaikan kepolisian Zunyi.

Sementara itu, para netizen mempertanyakan alasan para karyawan itu bertahan meski diperlakukan amat buruk.

Salah seorang karyawan kepada Pear Video mengatakan, mereka berutang dua bulan gaji kepada perusahaan itu.

Karyawan itu juga mengatakan, manajemen perusahaan mengancam akan memotong gaji mereka jika memutuskan untuk mundur.

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...