logo

Terisak di DPR, Baiq Nuril Bicara Perjuangan di Kasus Rekaman Mesum

Terisak di DPR, Baiq Nuril Bicara Perjuangan di Kasus Rekaman Mesum

DEMOKRASI - Baiq Nuril Maknun, terpidana kasus pentransmisian rekaman berisi percakapan mesum, berbicara soal perjuangannya dalam menghadapi kasusnya. Dia ingin perjuangannya untuk membuktikan dirinya tidak bersalah dalam kasus itu menjadi contoh bagi perempuan lainnya.

Hal itu disampaikan Nuril dalam diskusi 'Perlindungan Perempuan dari Ancaman Kekerasan Seksual' di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (21/11/2018). Nuril hadir bersama kuasa hukumnya untuk membicarakan kasusnya.

"Terima kasih, mungkin ini kesempatan saya ingin di...," ujar Nuril sembari terisak mengawali pembicaraannya.

Nuril ingin kasusnya ini menjadi contoh bagi perempuan lainnya. Dia ingin ke depan perempuan-perempuan korban kekerasan seksual dapat berani melapor.

"Memperjuangkan perempuan-perempuan di Indonesia khususnya supaya tidak ada lagi Nuril Nuril yang lain di Indonesia," katanya.

Dia juga berharap tindakannya balik melaporkan eks Kepala SMAN 7 Mataram, M, ke polisi juga dapat menjadi contoh bagi korban kekerasan seksual lainnya. Mengingat saat ini masih banyak perempuan korban kekerasan seksual yang tak berani bersuara.

"Kan banyak di luar sana yang tidak berani menyuarakan seperti saya, ke mana mereka harus melapor, atau ke mana mereka berani menceritakan hal tersebut. Banyak di luar sana yang apa saya rasakan sekarang, kekerasan seperti saya, saya memberi semangat kepada mereka untuk menyuarakan," tuturnya.

Kasus Nuril ini bermula saat kepsek M menelepon Nuril dan menggoda serta berbicara kotor berbau mesum pada 2012. Omongan itu direkam Nuril. Rekaman itu dipindahkan ke laptop rekannya, kemudian tersebar. Kasus pun bergulir ke pengadilan dengan Nuril dijerat jaksa dengan UU ITE karena merekam tanpa izin.

Awalnya Nuril divonis bebas oleh PN Mataram. Jaksa mengajukan kasasi. Oleh Mahkamah Agung, Nuril dinyatakan bersalah dan dihukum 6 bulan penjara serta denda Rp 500 juta.

Nuril kemudian berencana mengajukan PK. Selain itu, Nuril kemudian melaporkan sang kepsek, M, dengan pasal perbuatan cabul.

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...