logo

Tim Prabowo Sebut Tanpa Minta Maaf, Politik Penuh Keangkuhan

Tim Prabowo Sebut Tanpa Minta Maaf, Politik Penuh Keangkuhan

DEMOKRASI - Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak menanggapi saran Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo -Ma'ruf Amin, Raja Juli Antoni, agar pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tobat dan hijrah.

Saran tersebut dilontarkan Raja Juli merespons deretan permintaan maaf yang disampaikan Prabowo maupun Sandi kepada publik sepanjang kampanye Pilpres 2019.

Dahnil mengatakan permintaan maaf yang disampaikan Prabowo-Sandi itu menunjukkan sikap rendah hati, sehingga meminta maaf atas kesalahan kecil yang mereka lakukan.

Dia menyebut politik Indonesia bakal dipenuhi keangkuhan jika tidak ada sikap rendah hati untuk meminta maaf. Menurut Dahnil, justru pasangan Jokowi-Ma'ruf yang dengan angkuh melakukan pembenaran atas kebohongan-kebohongan yang disampaikan kepada masyarakat.

"Setiap kesalahan yang dilakukan justru dengan angkuh melakukan pembenaran bahkan kebohongan-kebohongan," kata Dahnil kepada CNNIndonesia.com, Rabu (14/11).

Dahnil lantas menyebut deretan kebohongan Jokowi mulai dari tak akan bagi-bagi kursi di pemerintahan, menyusun kabinet yang ramping, tak akan menaikkan harga BBM, tak akan melakukan impor, hingga rencana pembuatan mobil nasional Esemka.

Selain itu, kata Dahnil, keangkuhan pasangan Jokowi-Ma'ruf salah satunya dengan menyebut mereka yang berbeda sikap politik dan mengkritik sebagai orang 'budek dan tuli'. Kata dia, pernyataan yang terlontar dari Ma'ruf Amin itu terkesan menghina kaum difabel.

"Tidak satu pun kata maaf yang disampaikan. Yang terjadi justru produksi kebohongan baru dengan penuh keangkuhan," ujar Dahnil.

Lebih lanjut, Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah itu menyatakan bahwa pasangan Prabowo-Sandi tidak ingin melakukan kebohongan dengan penuh keangkuhan tersebut.

Menurut Dahnil, setiap kesalahan kecil yang dilakukan, Prabowo maupun Sandi dengan rendah hati langsung memohon maaf.

"Karena bagi beliau berdua kejujuran dan kerendahan hati kepada rakyat penting dihadirkan. Karena politik bukan sekadar menang kalah, tapi politik adalah kesempatan untuk menunjukkan keadaban publik yang tinggi," kata Dahnil.

Pasangan Prabowo-Sandi terhitung sudah tiga kali meminta maaf kepada masyarakat sepanjang gelaran kampanye pilpres.

Rinciannya, Prabowo meminta maaf sebanyak dua kali kepada masyarakat terkait kasus kabar bohong alias hoaks Ratna Sarumapet dan kasus 'tampang Boyolali'.

Baru-baru ini, Sandi pun turut meminta maaf kepada masyarakat karena melangkahi makam tokoh Nahdhatul Ulama (NU) KH Bisri Syansuri saat berziarah.

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...