logo

Timses: Hoax Jokowi PKI Tak Bisa Dibiarkan Lagi!

Timses: Hoax Jokowi PKI Tak Bisa Dibiarkan Lagi!

DEMOKRASI - Capres petahana Jokowi meluapkan kegeramannya soal fitnah dirinya PKI menggunakan kata 'tabok'. Timses Jokowi-Ma'ruf Amin menegaskan fitnah itu tak akan dibiarkan.

"Ya artinya tabok itu mereka tak bisa dibiarkan lagi. Kalau selama ini kan orang menebar fitnah cenderung nyantai saja, tidak menganggap sebagai permasalahan, presiden mengatakan menebar fitnah melanggar hukum, tabok artinya akan diproses secara hukum," kata anggota Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin, Zuhairi Misrawi, kepada wartawan usai diskusi di Hotel ALIA Cikini, Jakpus, Jumat (23/11/2018).

Dia menegaskan Jokowi tak punya rekam jejak represif. Kegeraman yang diungkapkan Jokowi, kata Zuhairi, hanya berarti mantan Gubernur DKI itu benar-benar merasa terganggu dengan fitnah PKI.

"Jadi tak ada tanda-tanda Pak Jokowi seorang yang represif, beliau seorang yang santun, tercermin beliau begitu dekat sama warganya," ujar Zuhairi.

Sebelumnya Zuhairi sudah mengungkap hasil survei internal pihaknya. Dia mengungkap dampak fitnah PKI itu ke Jokowi.

"9 persen surveinya yang menganggap Pak Jokowi PKI. Dan bahkan saya di lapangan itu anak kecil yang sumbernya dari ceramah-ceramah itu. Ceramah yang pengajian terus menyuarakan itu, maka itu artinya bahwa fitnah tentang Pak Jokowi PKI itu sudah garis merah," bebernya.

Survei terakhir terkait hoax PKI itu digelar baru saja, bulan November ini. Fitnah itu, kata Zuhairi, sudah berlangsung sejak lama dan harus segera dihentikan.

"Sejak lama, sejak pilkada terus masuk disusupi oleh video-video, meme, jadi fitnahnya sudah keterlaluan dan Pak Jokowi minta supaya fitnah itu diakhiri.
Dan kalau kita lihat kan ada yang ditangkap penyebar fitnah, itu artinya masih ada terus, maka fitnah itu sudah keterlaluan, maka Pak Jokowi minta akhiri fitnah soal itu," ujarnya.

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...