logo

Tolak proyek KA Bandara Solo, warga sita alat berat dan usir pekerja

Tolak proyek KA Bandara Solo, warga sita alat berat dan usir pekerja

DEMOKRASI - Proyek pembangunan jalur kereta api Bandara Internasional Adi Soemarmo, Solo tak berjalan mulus. Ratusan warga Kampung Bayan, Kelurahan Kadipiro menggelar demonstrasi, Selasa (6/11). Mereka menyita alat berat dan mengusir pekerja agar tak lagi melanjutkan pekerjaannya.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, kemarahan warga di lokasi terdampak jalur rel tersebut dipicu oleh munculnya polusi udara. Udara di sekitar perkampungan mereka selalu dipenuhi dengan debu yang bertebaran. Akibatnya ada warga yang terserang penyakit Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Salah satu peserta aksi, Ribut Haryadi (30) mengatakan PT Dian Pervita selaku kontraktor proyek KA Bandara dianggap tidak memperhatikan dampak yang ditimbulkan saat penggalian lokasi. Yakni munculnya debu yang mengganggu kesehatan warga. Apalagi lokasi jalur tersebut sangat dekat dengan permukiman, yakni hanya sekitar 6 meter.

"Kontraktor ini setiap hari melakukan penggalian tanah yang menimbulkan debu. Puncak kesabaran warga sudah habis, warga kami menderita sakit ISPA. Kami minta proyek kereta bandara dihentikan sampai ada pemberian kompensasi ke warga," ujar Ribut.




Selain menuntut kompensasi, warga ingin agar kontraktor melakukan penyiraman air di jalan kampung saat melakukan penggalian tanah, sehingga tak menimbulkan debu. Namun meski berulangkali diminta, tak dihiraukan.

"Kalau sudah seperti ini, ada warga yang sakit ISPA, apa pertanggungjawaban kontraktor?" tandasnya.

Pernyataan serupa dikemukakan Parijan (45), warga terdampak lainnya. Ia mengaku kecewa dengan kontraktor proyek kereta bandara.

"Sebelum pekerjaan dimulai seharusnya kontraktor memasang seng keliling proyek. Ini tidak profesional, sebelum ada kompensasi kita melarang pekerjaan proyek KA dilanjutkan," ucapnya.

Dalam aksi tersebut, warga membawa sejumlah spanduk bertuliskan 'Hentikan Proyek KA Bandara', 'Pak Wali Kota Tolong Warga Bayan Terkena Dampak Proyek KA Bansara', 'Warga Menuntut Kompensasi', 'Mana Hati Nuranimu', 'Kami Menolak Keras Kampung Bayan Dikotori' dan lainnya.

Sejumlah spanduk kemudian dipasang di lokasi proyek dan diikatkan ke backhoe. Sehingga alat berat tersebut tidak bisa dioperasikan. Tak hanya itu, sejumlah pekerja yang masih beraktivitas juga diusir dari lokasi proyek. Bahkan warga juga memblokir jalan masuk ke lokasi proyek.

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...