logo

Ustadz Felix Siauw: Tauhid Hanya di Hati, Itu Propaganda Sesat dan Menyesatkan

Ustadz Felix Siauw: Tauhid Hanya di Hati, Itu Propaganda Sesat dan Menyesatkan

DEMOKRASI - Ribuan massa melakukan aksi Aksi Bela Tauhid Jilid II. Aksi dimulai dengan berjalan kaki dari Masjid Istiqlal menuju Istana Negara, Jumat (2/11/2018) pukul 13.00.

Aksi tersebut diikuti para ulama, tak terkecuali Ustadz Felix Siauw. Bahkan ustadz yang beberapa kali ditolak untuk ceramah di beberapa daerah ini ikut berorasi.

Dalam foto yang diunggah di akun Instagram pribadinya, Ustadz Felix tampak berdiri di atas mobil. Tangan kirinya memegang bendera bertuliskan kalimat tauhid, sementara tangan kanannya memegang mike.

Ustadz Felix lantas menjawab propaganda yang kerap disampaikan sejumlah orang yang menyebutkan bahwa tauhid cukup di dalam hati, tidak perlu dibesarkan di bendera.

“Ada yang niat shalatnya dalam hati, ada juga yang dilafadzkan. Ditanya yang dalam hati, jawabnya saya sudah yakin, yang melafadzkan biar lebih yakin lagi,” tulis Ustadz Felix di Instagram pribadinya, Jumat, 2 November 2018.

Menurut Felix, keduanya sah menurut para ulama, yang salah adalah yang menyalahkan yang lainnya, dan yang jelas salah adalah yang tidak shalat.

Karenanya para ulama menyatakan, iman itu memang perkara hati yang ghaib, tapi ditegaskan dengan lisan, dan dibuktikan dengan perbuatan yang nyata terlihat.

Artinya, lanjut Felix, orang beriman itu tak mungkin diam dengan alasan “iman itu dalam hati”, tapi imannya itu akan terlihat lewat lisannya, juga di tiap perbuatannya.

“Dari situ kita tahu, bahwa perkataan, “tauhid itu hanya di hati, tak perlu diangkat-angkat di bendera”, itu adalah propaganda sesat dan menyesatkan,” tegas Felix.

Felix lantas menjelaskan sejarah bendera tauhid. Menurut dia, bendera Rasulullah Muhammad berlafadz tauhid.

“Rasulullah yang menyuruh meninggikan kalimat itu, lalu siapa kita yang merasa cukup di hati?,” katanya.

“Orang-orang ini gagal paham, bahwa yang namanya syiar itu ya harus menyebar luas, diangkat tinggi. Adzan misalnya, itu syiar, maka harus disebar, bukan di japri,” beber Felix.

Ustadz Felix Siauw orasi saat Aksi Bela Tauhid

Lagipula, lanjut Felix, orang-orang pandir ini, koar-koar merasa paling NKRI, paling Pancasila, paling harga mati. Lha, kenapa nggak konsisten, kampanye di dalam hati saja?

Dikatakan Felix, penjajah senang dengan kelompok begini, Karena kemerdekaan itu cukup di dalam hati saja, tak perlu diproklamirkan. Itulah favorit penjajah.

“Apa goalnya mereka? Agar ummat Muslim tak lagi mau mengangkat bendera tauhid, kehilangan kalimat pemersatu yang dulu pernah digunakan Rasulullah,” katanya.

Masalahnya, tambah Felix, mereka yang membakar bendera tauhid itu juga sama-sama syiar, bukan membakar dalam hati. Mereka sedang menerapkan standar ganda.

“Dan yang dihatinya ada tauhid, pasti terganggu saat kalimat tauhid itu dibakar, dan takkan berkomentar miring saat ada yang ingin mensyiarkan bendera tauhid,” imbuhnya.

“Maka siapa yang bangga dengan kalimat tauhid, angkat tinggi-tinggi hari ini, tak ada niat buruk apapun, hanya syiar, bahwa inilah kalimat paling tinggi dan mulia,” pungkas Felix.

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...