logo

Warga Tulungagung yang 3 Hari Nangkring di Atas Pohon Akhirnya Turun

Warga Tulungagung yang 3 Hari Nangkring di Atas Pohon Akhirnya Turun

DEMOKRASI - Suprobo warga Tulungagung yang sempat berada di atas pohon Jati setinggi 20 meter selama tiga hari akhirnya turun. Suprobo turun setelah dievakuasi tim SAR gabungan.

Komandan Operasi Pos Basarnas Trenggalek Yoni Fariza mengatakan proses evakuasi Probo warga Desa Ringinpitu, Kecamatan Kedungwaru tersebut berlangsung dramatis. Ia bersedia untuk turun setelah dibujuk oleh salah satu kerabatnya, seorang perwira di Polres Tulungagung.

"Kerabatnya tadi naik ke pohon dan melakukan komunikasi untuk membujuk Probo agar mau turun, akhirnya berhasil. Dengan catatan, orang yang mendampingi harus kerabatnya tadi. Akhirnya kami dan Tim SAR lainnya standby di bawah sambil membentangkan terpal untuk antisipasi kejadian terburuk," kata Yoni, Kamis (22/11/2018) sore.

Saat dilakukan evakuasi dari atas pohon di Desa Plandaan, Kecamatan Kedungwaru oleh kerabatnya tersebut kondisi Probo masih dalam kondisi sehat, hanya saja yang bersangkutan mengalami dehidrasi akibat terlalu lama di atas pohon Jati.

Yoni menambahkan, saat ini pria 50 tahun tersebut langsung dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Malang guna proses perawatan dan pemeriksaan kejiwaaan. Sebab Probo mulai berhalusinasi dan ketakutan terhadap orang yang memakai seragam militer dan sejenisnya, karena khawatir akan ditangkap.

"Tidak mau saat dibujuk oleh petugas SAR. Hari ini tadi tim sudah lebih lima kali mencoba negosiasi, namun selalu gagal, bahkan dia mengancam akan meloncat apabila ada petugas yang mendekat. Ini tadi saya harus ganti pakaian biasa, karena Probo takut dengan seragam," ujarnya.

Sebelumnya Probo berada di atas pohon Jati setinggi 20 meter di wilayah Plandaan selama tiga hari berturut-turut. Ia mengalami depresi setelah karena merasa dikucilkan oleh warga lain lantaran dituding mengikuti salah satu aliran dari agama tertentu.

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...