logo

Wiranto Makamkan Cucu di Samping Makam Putrinya

Wiranto Makamkan Cucu di Samping Makam Putrinya

DEMOKRASI - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto memakamkan cucunya Ahkmad Danial Al Fatih di samping makam anak ketiganya Natarina Sofianti.

"Ini di makamnya di samping anak saya," tutur Wiranto di pemakaman keluarga Delingan, Karanganya, Jawa Tengah, mengutip siaran pers, Jumat (16/11).

Seperi saat kehilangan putrinya, Wiranto mengaku sangat sedih kehilangan sang cucu Ahkmad Danial Al Fatih yang merupakan putra dari Amalia Wiranto. Akhmad Danial sendiri masih berusia satu tahun empat bulan.

Wiranto mengatakan kepergian sang cucu membuat terkejut seluruh keluarga. Alasannya, Akhmad Danial masih bermain gembira di pagi hari seperti biasanya. Namun, siang harinya sudah harus berpisah selamanya dari keluarga.

Meski begitu, Wiranto mengatakan dirinya dan keluarga sudah mengikhlaskan kepergian Akhmad Danial.

"Tentu itu sangat menyedihkan. Tetapi keluarga paham bahwa rencana Allah pasti lebih baik dari harapan manusia," kata Menko Polhukam Wiranto.

Wiranto lalu mengharapkan doa dari semua pihak kepada sang cucu. Dia mengatakan Akhmad Danial memang masih kecil bagai kertas putih tanpa noda dan coretan. Namun, Wiranto tetap menganggap doa dapat menerangkan jalan bagi sang cucu di akhirat.

"Kami sekeluarga masih mengharapkan doa dari bapak/ibu sekalian agar ananda Akhmad Danial Al Fatih ini segera dapat menuju satu titik dimana rengkuhan Allah Yang Maha Kuasa, Allah Yang Maha Kasih akan terus merengkuhnya dalam prosesi masuk ke surga," kata Menko Polhukam Wiranto.

Mengenang 'Si Belok'

Wiranto kemudian mengenang sang cucu. Dia menceritakan bahwa Akhmad Danial sangat dekat dengan dirinya. Wiranto memberi julukan belok kepada sang cucu.

"Julukannya saya kalau manggil dia si belok karena matanya besar, bulat, sehingga saya selalu panggil dia belok," kata Wiranto.

Wiranto menceritakan dirinya sering berkumpul bersama keluarga besar setiap akhir pekan. Akhmad Danil sendiri adalah anggota keluarga besar yang paling muda.

"Setiap ketemu orang tidak nangis, ikut siapa saja mau,"

Namun, kini belok telah tiada. Wiranto hanya bisa mengenangnya melalui memori yang tersimpan.

"Manusia boleh berharap tapi akhirnya Allah Yang Maha Kasih dan Maha Kuasalah yang menentukan dan saya percaya bahwa keputusan Allah pasti lebih baik dari harapan manusia," ujar Wiranto.

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...