logo

Demokrat ke Prabowo soal Marah ke Media: Kudu Sabar, Bro

Demokrat ke Prabowo soal Marah ke Media: Kudu Sabar, Bro

DEMOKRASI -  Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief menyarankan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto agar bersabar menghadapi fenomena media massa yang dianggap berpihak saat ini. Sikap bijaksana dinilai mesti tetap didahulukan sambil mencari media lain untuk menyuarakan kepentingannya.

Sebelumnya, Prabowo marah lantaran hanya sedikit media yang memberitakan Reuni 212 dan dengan jumlah peserta reuni yang dianggap sedikit.

"Kudu sabar, Bro. Saya bisa memahami kemarahannya, tapi saya kira inilah saatnya bijaksana menghadapi situasi seburuk apapun," ucap Andi kepada CNNIndonesia.com melalui pesan singkat, Kamis (6/12).

Di era kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), kata Andi, demonstrasi tidak dilarang untuk dilaksanakan. Menurut dia, tidak pernah ada pula redaksi media yang dihubungi pemerintah agar tidak menyiarkan demonstrasi.

Andi menegaskan bahwa SBY adalah mantan tentara. Namun, pers diberi jalan sebebas-bebasnya saat SBY memerintah.

"Mungkin Pak Prabowo kesal, kok di zaman presidennya [berlatar belakang] sipil seperti sekarang pers bisa set back," ucap Andi.


"Keadaan memang tidak normal di bawah Presiden Jokowi. Saran saya Pak Prabowo harus lebih sabar menghadapai gejala set back pers Indonesia," ucapnya.

Andi lantas mengatakan masih banyak upaya lain apabila mayoritas media sudah menjadi partisan Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Dia menyinggung soal masyarakat yang aktif menggunakan media sosial.

Menurut dia, ada 13,4 juta orang yang aktif menggunakan media sosial. Andi menilai agresivitas di media sosial adalah salah satu upaya lain daripada berharap banyak kepada media arus utama.

Andi memberi contoh Presiden kedua RI Soeharto yang berhasil menguasai semua media. Kala itu, Soeharto tetap tidak berdaya menghadapi selebaran dan pionir internet. Kata dia, fenomena pergerakan di negara lain juga banyak yang mengandalkan media sosial.

"Pernah ada revolusi yang alatnya xeroxisme fotokopi di Iran. Arab Spring gunakan sosial media, people power setelah [Ferdinand] Marcos di Filipina gunakan SMS. Sabar hadapi media yang telah berposisi," kata Andi.

Sebelumnya, Prabowo geram kepada media arus utama. Dia mempersoalkan objektivitas media saat meliput reuni 212 di Monumen Nasional (Monas), Minggu (2/12) lalu.


"Saya katakan, hei media-media yang tidak mau mengatakan ada belasan juta orang atau minimal berapa juta orang di situ, kau sudah tidak berhak menyandang predikat jurnalis lagi. Kau boleh kau cetak, boleh kau ke sini dan ke sana, saya tidak mengakui Anda sebagai jurnalis," kata Prabowo di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Rabu (5/12).

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...