logo

Gerindra Jawab Hanura: Jangan Ragukan Komitmen Prabowo Bela Islam

Gerindra Jawab Hanura: Jangan Ragukan Komitmen Prabowo Bela Islam

DEMOKRASI - Ketua DPP Hanura Inas Nasrullah menilai Reuni 212 secara tak langsung menggiring umat Islam agar memilih pemimpin yang sebenarnya tidak islamiah. Gerindra membela sang Ketum, Prabowo Subianto.

"Jangan pernah ragukan komitmen Pak Prabowo untuk membela Islam dan ulama. Rekam jejak inilah yang dipegang para ulama dalam memutuskan memilih Pak Prabowo di Ijtimak Ulama," kata anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra, Andre Rosiade kepada wartawan, Senin (3/12/2018).

Andre mengatakan Prabowo selama ini memiliki hubungan baik dengan para ulama. Prabowo, lanjut dia, pro-umat dan ulama.

"Pak Prabowo sejak beliau prajurit TNI sampai sekarang menjadi Ketum Gerindra, beliau selalu berpihak pada ulama dan umat. Tidak pernah mengkriminalisasi ulama dan mengambil kebijakan anti-Islam," ujarnya.

Ia kemudian menjawab pernyataan Inas soal capres yang tidak pernah salat dan belum naik haji. Menurut Andre, ibadah seseorang merupakan urusan dengan Tuhan.

Meski demikian, Andre menegaskan Prabowo sudah naik haji di sekitar tahun 1990.

"Pak Prabowo salat, puasa, dan sudah pernah naik haji. Naik haji sekitar tahun 90-an," sebut Andre.

"Jadi Inas tuh asbun (asal bunyi), tong kosong nyaring bunyinya," imbuh dia.

Sebelumnya, Inas menilai kegiatan Reuni 212 kental dengan politik praktis. Ia menyebut kegiatan itu sebagai upaya menggiring umat Islam agar memilih pemimpin yang sebenarnya tidak islamiah.

"Reuni 212 tersebut sedang menggiring umat untuk memilih capres yang sama sekali tidak paham tentang Islam. Bahkan diduga juga jarang mengerjakan kewajiban seperti salat, puasa, bahkan juga belum pernah berhaji walaupun sudah sangat mampu," kata Inas.

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...