logo

Kades yang Kampanye Sandiaga Bakal Disidang Maraton

Kades yang Kampanye Sandiaga Bakal Disidang Maraton

DEMOKRASI - Perkara pidana Pemilu dengan calon terdakwa Kepala Desa (Kades) Sampangagung, Kutorejo Suhartono telah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto. Sidang perkara ini bakal digelar secara maraton selama 7 hari.

Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Mojokerto Faiq Sofa mengatakan, pelimpahan berkas perkara pidana Pemilu dengan calon terdakwa Suhartono dilakukan siang tadi. Berkas perkara tersebut juga dilengkapi surat dakwaan dan surat perintah bagi Jaksa Penuntut Umum.

"Alhamdulillah pelimpahan ke pengadilan tadi tidak ada kendala maupun kekurangan," kata Faiq kepada detikcom di kantornya, Jalan RA Basuni, Sooko, Mojokerto, Selasa (4/12/2018).

Jadwal sidang perdana perkara ini menjadi kewenangan penuh hakim PN Mojokerto. Menurut Faiq, tak ada batasan waktu bagi hakim untuk menentukan waktu sidang perdana.

"Kami menunggu penetapan dari hakim untuk jadwal sidangnya. Kami berharap besok sudah keluar penetapan sidang. Supaya hari Kamis atau Jumat lusa sudah mulai sidang perdana," terangnya.

Berbeda dengan perkara lainnya, lanjut Faiq, sidang perkara Pidana Pemilu ini bakal digelar secara maraton selama 7 hari. Dalam kurun waktu tersebut, hakim sudah harus menjatuhkan vonis bagi terdakwa Suhartono.

"Mulai dari dakwaan, pemeriksaan saksi dan terdakwa, tuntutan, pledoi sampai vonis dibatasi hanya 7 hari. Kalau sudah 7 hari wajib ada vonis," tegasnya.

Sama dengan jeratan penyidik Sentra Gakkumdu, tambah Faiq, pihaknya juga akan mendakwa Suhartono dengan Pasal 490 juncto Pasal 282 UU RI No 7 tahun 2017 tentang Pemilu. Menurut dia, perbuatan Kades yang akrab disapa Nono itu dinilai menguntungkan Cawapres Sandiaga Uno.

"Nantinya upaya hukum hanya dibatasi sampai banding, tidak ada kasasi," tandasnya.

Penyidik Sentra Gakkumdu Kabupaten Mojokerto menetapkan Suhartono sebagai tersangka dalam kasus pidana Pemilu. Tindakan yang dilakukan tersangka dinilai menguntungkan salah satu calon di Pilpres 2019. Perkara yang menjerat Suhartono telah dilimpahkan ke Kejaksaan.

Tindak pidana Pemilu yang dilakukan Suhartono nampak dilakukan secara terang-terangan. Tersangka menggalang massa ibu-ibu di kampungnya untuk menyambut Sandiaga Uno di Jalan Desa Sampangagung, Minggu (21/10). Capres nomor 2 tersebut dalam perjalanan untuk berkampanye di Wisata Air Panas Padusan, Pacet.

Jumlah massa yang dikerahkan Suhartono, mencapai 50 orang. Tersangka menghabiskan Rp 20 juta untuk memberi uang lelah ke para ibu-ibu yang bersedia ikut menyambut Sandiaga. Saat penyambutan Sandiaga, Suhartono juga berfoto selfie dengan Cawapres nomor 2 tersebut. Selain itu dia juga memasang spanduk dan banner berisi dukungan untuk Sandiaga.

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...