logo

Keras! Habib Bahar Bin Smith Orasi di Panggung Reuni 212, “Ulama Ditembak Presidennya Kabur”

Keras! Habib Bahar Bin Smith Orasi di Panggung Reuni 212, “Ulama Ditembak Presidennya Kabur”

DEMOKRASI - Habib Muhammad Bahar bin Ali bin Smith alias Habib Bahar bin Smith berorasi di panggung Reuni 212 di Monas Jakarta, Minggu (2/12/2018).

Dalam orasinya, Habib Bahar bin Smith menegaskan bahwa umat Islam Indonesia, ormas-ormas Islam Indonesia, pemuda-pemudi Islam Indonesia, para santri Indonesia bersumpah dan berjanji tidak akan mengkhianati Pancasila dan UUD 1945.

“Kami bersumpah, kami tidak akan pernah mengkhianati Indonesia, mengkhianati Pancasila, mengkhianati UUD 1945, mengkhianati merah putih,” tegas Habib Bahar dengan suara lantang.

Kendati demikian, penceramah yang dijuluki the next Habib Rizieq itu menyatakan, umat Islam tidak akan diam selama masih ada pengkhianat bangsa dan pemimpin zalim.

Pendiri sekaligus pemimpin Majelis Pembela Rasulullah itu menegaskan, umat Islam rela mati demi melawan pengkhianat bangsa.

Habib Bahar bin Smith juga mengklarifikasi video ceramahnya yang diduga berisi ujaran kebencian kepada Presiden Jokowi hingga berbuntut pelaporan ke polisi.

Habib Bahar bin Smith tak menampik jika dirinya pernah menyatakan presiden banci. Namun pernyataan itu dia sampaikan saat aksi 411 pada tahun 2016 lalu, bukan disampaikan dalam acara maulid seperti yang dituduhkan banyak orang.

“Kenapa saya katakan presiden banci? Makanya, kalau nonton isi ceramah, yang utuh, bukan dipotong-potong,” katanya.

Dikatakan Habib Bahar, dia menyebut presiden banci berdasarkan apa yang terjadi saat aksi 411. Saat itu para ulama ditembak gas air mata.

“Ketika 411, aksi 411, jutaan orang Islam, ribuan ulama, berkumpul di depan Istana menemuinya. Justru para ulama ditembak gas air mata, presidennya kabur dan lari,” tambah Habib Bahar.

Habib Bahar kembali menegaskan bahwa dia tidak akan meminta maaf atas pernyataannya tersebut. Dia lebih memilih membusuk di dalam penjara daripada harus meminta maaf.

Jika Habib Bahar ditangkap dan ditahan polisi karena ucapannya itu, dia meminta kepada peserta untuk berjanji melanjutkan perjuangan membela Islam.

“Jikalau dalam beberapa hari ke depan, beberapa minggu ke depan, saya ditangkap karena membela rakyat yang susah, kalau saya ditangkap, dipenjara, berjanjilah kalian, jangan pernah kalian padamkan api perjuangan,” tandas Habib Bahar.

Ketua Umum Cyber Indonesia, Muannas Alaidid dan Jokowi Mania (Jo-Man) melaporkan Habib Bahar ke polisi lantaran diduga menghina Presiden Jokowi melalui ceramahnya.

Di dalam cideo ceramahnya, Habib Habib Bahar tampak ceramah di depan para jamaah. Dia menyuruh jamaah membuka celana Jokowi.

“Kalau kamu ketemu Jokowi, kamu buka celananya itu, jangan-jangan haid Jokowi itu, kayaknya banci itu,” ucap Habib Bahar bin Smit dalam video tersebut.

Selain itu, Habib Bahar bin Smith juga menyampaikan bahwa jamaah yang memilih Jokowi sebagai presiden pada 2014 lalu harus bertanggung jawab dunia akhirat.

“Kalau ada kamu di sini yang kemarin pilih dia (Jokowi) tanggung jawab dunia akhirat kamu. Tukang meubel kamu pilih jadi presiden, begitu jadinya tuh,” tambahnya.

Ketua Umum Cyber Indonesia, Muannas Alaidid mengatakan, ucapan Habib Bahar bin Smith sudah sangat kelewatan.

“Ucapan itu mengerikan sekali, kepada kepala negara. Kita harus lihat Pak Jokowi sebagai presiden, kepala negara dan kepala pemerintahan, jangan hanya pada pribadi,” kata Ketua Umum Cyber Indonesia, Muannas Alaidid ke Polda Metro Jaya, Rabu (27/11/2018).

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...