logo

Nyatakan Reuni 212 Bukan Kampanye, Komisioner Bawaslu Dilaporkan ke DKPP

Nyatakan Reuni 212 Bukan Kampanye, Komisioner Bawaslu Dilaporkan ke DKPP

DEMOKRASI - Komisioner Bawaslu RI Ratna Dewi Pettalolo dan Komisioner Bawaslu DKI Jakarta Puadi ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Rabu (5/12/2018).

Pelaporan itu dilakukan oleh seorang warga bernama Seorang warga bernama Abdul Fakhridz.

Fakhridz melaporkan keduanya karena dianggap membuat pernyataan pers tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu.

Yakni terkait aksi reuni 212 di Monas, Minggu (2/12/2018) kemarin.
Kala itu, keduanya menyatakan tidak ada pelanggaran pemilu dalam aksi yang melibatkan jutaan umat muslim.

Atas hal itu, ia mendesak DKPP memutus keduanya bersalah.

Demikian disampaikan Fakhridz usai mendaftarakan aduannya di Kantor DKPP jalan MH.Thamrin 72 Jakarta Pusat, Rabu (5/12/2018).

“Kami melaporkan ke DKPP agar segera dilakukan pemanggilan, pemeriksaan kemudian memutus dan memberi sanksi apabila aduan kami terbukti,” terangnya.

Menurutnya, kedua komisioner penyelenggara Pemilu itu tidak langsung membuat pernyataan pers secara kelembagaan.

Seharusnya, keduanya menunggu adanya aduan lebih dulu, lalu menverikasi dan mendalaminya secara cermat.


Terlebih, kata Fakhridz, keduanya hanya memantau melalui siaran langsung tv.

“Mereka tidak etis memberikan pernyataan pers, ada tidaknya dugaan pelanggaran pemilu,” hemat Fakhridz.

Dalam aduan tersebut, Ratna dan Puadi dinilai melanggar kode etik penyelenggara pemilu atas pernyataan mereka ke salah satu media online.

Keduanya, diduga melanggar pasal 9, 11 dan 15 huruf (f) Peraturan DKPP Nomor 2 tahun 2017 tentang profesionalitas dan sikap penyelenggara pemilu.

Adapun laporan yang dibuat Fakhridz telah teregister di DKPP dengan tanda terima nomor 01-05/XII/PP.01/2018.

Sementara barang bukti yang diajukan berupa screenshoot salah satu media online dan saksi.

“Jadi secara formal memenuhi, bukti surat dan saksinya kita ajukan,” pungkasnya.

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...