logo

Prediksi Ekonomi RI, Kepala BKPM: Tahun Depan akan Lebih Baik

Prediksi Ekonomi RI, Kepala BKPM: Tahun Depan akan Lebih Baik

DEMOKRASI - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong meyakini, ekonomi Indonesia tahun 2019 akan lebih baik dibanding tahun ini, meskipun tantangan yang dihadapi tak jauh beda.

"Tahun depan akan lebih baik dari tahun ini. Ini meskipun prinsip saya mungkin kondisi makro, kondisi luar tidak kalah beratnya dengan tahun ini. Dari suku bunga dolar terus naik. Bahkan saya masih waspada apakah harga minyak juga akan kembali naik," kata Thomas dalam acara Indonesia's Market Potential and Global Economic Growth 2019, di Jakarta, Rabu (5/12/2018).

"Saya karakter begini, kalau semua orang pesimis saya cenderung optimis, dan saat semua orang senang saya cenderung pesimis," lanjutnya.

Thomas bercerita, kondisi rupiah yang mencapai Rp 15.000 seperti tahun ini sebenarnya pernah terjadi 3 tahun lalu. Saat itu, kata dia, pelemahan rupiah dipicu oleh pelemahan yang tajam mata uang China dan mempengaruhi mata yang lain.

Parahnya pelemahan mata uang China membuat cadangan devisanya tergerus dari US$ 4 triliun turun menjadi US$ 3 triliun dalam 8-9 bulan.

Lantas, apa yang membuat Thomas optimistis tahun 2019 membaik? Dia menerangkan, di masa ekonomi penuh tekanan pemerintah saat itu melakukan sejumlah terobosan deregulasi.

Sejak saat itu, pelan-pelan ekonomi membaik, rupiah menguat, dan cadangan devisa bahkan tembus rekor.

"Apa yang terjadi, rupiah recover, pulih. 2016 ekonomi baik, dan terus menguat. Di 2016-2017 terus menguat, investasi terus naik, cadangan devisa yang terancam malah terus naik 2017, bahkan 2018 mencapai rekor US$ 130 miliar," ujarnya.

Sayang, Thomas menerangkan, saat ekonomi membaik momentum reformasi memudar. Hal itu membuat ekonomi Indonesia di 2018 mengalami tekanan.

"Di saat 2017 awal ekonomi membaik terus, rupiah menguat, cadangan devisa naik terus saya wanti-wanti kalau nggak ada terobosan baru, kehilangan momentum, investasi akan turun. Persis yang terjadi 2018, tahun ini tahun pertama dalam 4 tahun Jokowi-JK investasi internasional turun," terangnya.

Thomas melihat kini semangat untuk perbaikan itu muncul. Sebab itu, dia yakin ekonomi tahun 2019 akan lebih baik.

"Investasi internasional turun, harga minyak naik, transaksi berjalan defisit, perdagangan defisit, rupiah ambruk semangat reformasi kembali. Saya bisa share dalam 4 bulan terakhir semangat, perhatian, terobosan reformasi, the bottlenecking proyek-proyek besar, apa kendalanya itu semangatnya pulih, itu yang membuat saya optimis 2019," jelasnya.

"Reformasi the bottle necking proyek-proyek besar yang kita lakukan triwulan 3-4 sekarang akan terlihat effectnya triwulan 1-2 tahun depan," tutupnya.

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...