logo

'Sambil Menyelam Minum Air', Mencari Rezeki di Aksi Reuni 212

'Sambil Menyelam Minum Air', Mencari Rezeki di Aksi Reuni 212

DEMOKRASI - Sejumlah pedagang kaos, topi dan bendera dengan tulisan Tauhid menjajakan dagangannya di trotoar yang berada dekat dengan pintu masuk Silang Monas sebelah Timur Laut. Para pedagang tersebut mengaku ingin ikut aksi Reuni 212 sekaligus berusaha mencari rezeki dalam ajang tersebut.

Keinginan mendapatkan rezeki di ajang reuni tersebut pun dilakukan oleh Nando (53) asal Padang, Sumatera Barat. Dia datang bersama rombongan dari Padang menggunakan bus yang berangkat dari Kamis (29/11) lalu.

Nando memilih untuk berjualan topi dengan tulisan tauhid di bagian depan dan tulisan alumni 212 di bagian sampingnya. Selain itu, dia juga berjualan peci yang dapat digunakan oleh massa untuk reuni.

Setidaknya, sebanyak 100 topi dibawanya ke Jakarta. Menurut Nando, sambil menunggu waktu dimulainya acara reuni yang akan dimulai pukul Minggu (2/12) dini hari, dirinya dapat memperoleh rezeki dengan berjualan.

"Ingin ikut reuni sekalian mencari rejeki jualan di sini. Sambil mengisi waktu," ujarnya saat ditemui CNNIndonesia.com.

Satu topi yang dijualnya berkisar seharga Rp35 ribu. Untuk peci dijual seharga Rp15 ribu hingga Rp20 ribu.

Nando yang berdagang ditemani istri dan anaknya itu mengaku baru kali pertama berjualan dalam kegiatan 212 tersebut.

"Kami bisa meramaikan acara karena ini kan ajang yang dilakukan satu kali dalam satu tahun. (Sambil berdagang) kami mengisi kekosongan-kekosongan gitu kan, sambil menyelam minum air," tuturnya.

Nando pun optimis jika barang jualannya akan habis. Keuntungan yang diperoleh pun beragam, rata-rata bisa sekitar Rp10 ribu per satu barang.

"Biasanya kalau acara begini biasanya (barang dagangan) habis," ucapnya.

Begitu juga dengan Ma'mun Sarifudin dan Ibnu Aulia yang turut menggelar lapak dagangannya di trotoar dekat Pintu Masuk Silang Timur Laut, Monas. Mereka yang datang dari Bandung itu menjajakan barang dagangan berupa kaos dengan tema Reuni 212, topi dengan tulisan tauhid dan bendera dengan tulisan tauhid, gelang dan beragam atribut tauhid lainnya.

Ma'mun mengaku datang dari Bandung ke Jakarta dengan menggunakan mobil pribadi. Berdagang saat aksi itu diakuinya bukan hanya kali ini dilakukan. Setidaknya sudah terhitung tiga kali mereka berdagang di sekitar Monas saat aksi dilakukan.

Untuk kaos dijual dengan harga Rp60 ribu, topi dengan harga Rp35 ribu dan bendera Rp35 ribu. "Enggak ada yang dimahal-mahalin, kasian," ujar Ma'mun.

Ma'mun dan Ibnu mengatakan tujuan mereka bukan hanya berdagang tetapi juga ikut dengan reuni tersebut. Biasanya, kata Ma'mun, barang dagangan akan habis dalam kegiatan seperti ini.

"Kami sambil reunian berdagang di sini. Nanti dagangan habis, kami ikut reuni," ujarnya.

Dari pantauan CNNIndonesia.com, terdapat lebih dari 10 lapak dagang yang berada di sepanjang pintu masuk Silang Monas Timur Laut. Barang dagangan mereka hampir serupa, yakni aksesori dengan tulisan Tauhid.

Tak sedikit juga massa aksi yang berhenti untuk menawar harga barang-barang yang dijajakan tersebut untuk kemudian membelinya. Massa aksi tersebut sebagian besar yang datang menuju Monas dari Stasiun Gambir.

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...